Perempuan NU Kabupaten Semarang Raker, Kebencian Pencaci Kiai Dibangkitkan

Aktivis Perempuan NU Kabupaten Semarang berfoto saat Rapat Koordinasi Jaringan Perempuan NU di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Minggu (10/2 - 2019). (Antara/Jaringan Perempuan NU Jawa Tengah)
12 Februari 2019 05:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, UNGARAN — Perempuan Nahdlatul Ulama di Kabupaten Semarang didorong memanfaatkan teknologi informasi untuk mengampanyekan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin dalam Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019. Digalang pula penolakan terhadap kelompok yang dituding mencaci maki kiai. 

"Tinggal kita ajak yang lain untuk sama-sama memilih, manfaatkan teknologi yang kita kuasai," kata Khatib Suriah Pengurus Cabang NU Kabupaten Semarang K.H. Ahmad Mudzakir Al Hafidz saat Rapat Koordinasi Jaringan Perempuan NU Kabupaten Semarang di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Minggu (10/2/2019).

Menurut dia, latar belakang Ma'ruf Amin sebagai Rais Aam PBNU sudah jelas. "Jadi NU harus mendukung kadernya sendiri," katanya.

Belakangan hari ini, kata dia, banyak kiai yang dicaci maki oleh golongan atau kelompok tertentu. Ia melihat ada upaya memisahkan santri dengan kiai yang harus diwaspadai. Ia menambahkan langkah mendukung Ma'ruf Amin yang digandeng Joko Widodo merupakan bentuk peran serta nahdhiyin dalam politik kebangsaan.

Sementara itu, Ketua DPC PKB Kabupaten Semarang Badarudin mengatakan dominasi penduduk perempuan dalam pemilu menjadi salah satu kunci penting. "Ibu-ibu NU memegang peran penting dalam pilpres nanti. Tanggung jawab kota untuk memenangkan Jokowi-Amin," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara