Pemprov dan BPKP Audit Bersama BUMD Jateng

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bertemu Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Samono di Wisma Perdamaian, Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (11/2 - 2019). (Antara/Humas Pemprov Jateng)
12 Februari 2019 09:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendukung rencana audit bersama yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jateng dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) gterhadap badan usaha milik daerah (BUMD) Jateng.

Menurutnya, audit bersama itu dilakukan demi mengoptimalkan kinerja BUMD Jateng. "Dengan adanya joint audit untuk BUMD, saya meyakini hal itu akan dapat lebih membuat BUMD di Jateng semakin optimal sehingga tidak hanya finansial saja yang diperhatikan, tapi manajerial juga akan menjadi lebih baik," kata Ganjar di Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (11/2/2019).

Dengan audit bersama itu, maka nantinya BUMD di Jateng diharapnya akan semakin tumbuh, gesit, fit, dan kompetitif sehingga bisa membaca performa keuangan seperti apa, manajerialnya seperti apa dan dukungan personelnya seperti apa. Dengan demikian, lanjut Ganjar, secara keseluruhan sistem di BUMD itu akan kelihatan jalan atau tidak, yang ujungnya mendapat untung atau tidak dan kalau semua berjalan baik, serta BUMD dapat berjalan optimal sehingga untung dan bisa berkontribusi pada APBD.

Hal tersebut disampaikan Ganjar saat menemui Kepala BPKP Jateng Samono untuk menyampaikan laporan hasil pengawasan di Wisma Perdamaian. "Ada dua hal yang disampaikan oleh BPKP pada pertemuan kali ini. Pertama, soal laporan hasil penanganan audit yang ada di Jateng seperti masalah aset dan sebagainya, yang kedua rencana joint audit berkaitan optimalisasi BUMD," ujarnya.

Kepala BPKP Jateng Samono membenarkan jika berkeinginan untuk melakukan audit bersama dengan Pemprov Jateng terkait dengan optimalisasi kinerja BUMD. Selain soal rencana audit bersama, BPKP juga berencana membantu Pemprov Jateng terkait pengawasan dan pengawalan keuangan desa yang membutuhkan perhatian besar karena memiliki pengaruh yang cukup besar untuk pengentasan kemiskinan.

"Kami sudah memiliki aplikasi Sistem Keuangan Desa dalam rangka untuk meningkatkan kualitas tata kelola keuangan desa," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

 

Sumber : Antara