Tebing di Jalur Magelang-Semarang Longsor, Alat Berat Dikerahkan

Alat berat dikerahkan untuk menyingkirkan material longsoran yang menutup bahu jalan Magelang-Semarang di Desa Ngipik, Kecamatan Pringsurat, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Senin (11/2 - 2019). (Antara/Heru Suyitno)
12 Februari 2019 11:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, TEMANGGUNG — Tebing di tepi jalur jalan Magelang-Semarang, Minggu (10/2/2019), longsor. Dua alat berat dikerahkan untuk menyingkirkan material longsoran di pinggir tepi jalur jalan yang melintasi wilayah Desa Ngipik, Pringsurat, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah itu.

"Pagi ini kami menyingkirkan material longsor yang menutup saluran air dan bahu jalan," ungkap Kepala SKPD Tugas Pembantuan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya Jateng Adhi Wirawan di Temanggung, Jawa Tengah, Senin (11/2/2019).

Ia menuturkan rencananya semalam langsung akan ditangani tetapi melihat kondisi gelap dan pertimbangan badan jalan juga aman untuk lalu lintas dan hal itu hanya menutup bahu jalan dan tidak mengganggu lalu lintas maka dikerjakan pagi ini.Material longsoran itu dipindah ke seberang jalan karena diminta warga untuk digunakan sebagai tanah uruk jalan kampung.

"Kebetulan ada masyarakat yang meminta material longsor, yang penting buat kami material bersih dari bahu jalan tersebut," katanya.

Ia mengatakan dampak dari longsor ini tidak berpengaruh besar terhadap arus lalu lintas kendaraan, tetapi ketika akan menyingkirkan material longsor, dampaknya menjadi cukup besar. Arus lalu lintas menjadi tersendat karena alat berat butuh area untuk bermanuver.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) S 02 Pringsurat Secang batas Yogyakarta, Suhendi, mengatakan prinsipnya pihak Bina Marga Jateng selalu siap kalau ada kejadian longsor seperti ini. Tim yang menangani ini, katanya, berasal dari Dinas Pekerjaan Umum, Binamarga, dan Ciptakarya Provinsi Jateng dan dari penyedia jasa alat berat.

Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Temanggung Gito Walngadi mengatakan tebing longsor di pinggir jalan raya di Desa Ngipik, Kecamatan Pringsurat tersebut terjadi Minggu (10/2/2019) sekitar pukul 16.30 WIB. Menurut dia longsor dipicu oleh hujan deras yang terjadi di kawasan tersebut sejak Minggu siang mengakibatkan saluran air di sisi jalan tertutup longsor dan menutup bahu jalan selebar 5 meter, ketinggian tebing longsor sekitar 15 meter dan panjang 20 meter.

Selain di Ngipik Kecamatan Pringsurat, katanya tanah longsor juga terjadi Desa Tawangsari, Kecamatan Wonoboyo pada Senin sekitar pukul 01.30 WIB. Material longsor berupa tanah dan rumpun bambu, kisahnya, menutup akses jalan Desa Tawangsari menuju Desa Wates Kecamatan Wonoboyo. "Tanah longsor sempat menutup total jalan, namun sekarang sudah dapat diatasi," katanya. 

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara