DPRD Jateng Minta Revitalisasi Pasar Tradisional Tak Tinggalkan Kekhasan

Ilustrasi aktivitas di pasar tradisional. (Antara)
12 Februari 2019 14:50 WIB Alif Nazzala Rizqi Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — DPRD Jawa Tengah mendorong revitalisasi pasar tradisional di sejumlah daerah di provinsi setempat tidak meninggalkan kekhasan masing-masing pasar. Revitalisasi mestinya bukan mengubah bentuk pasar melainkan menambah sisi kenyamanan dan mengembalikan fungsi pasar itu sendiri.

Wakil Ketua DPRD Jateng Sukirman mengatakan saat merevitalisasi pasar sebisa mungkin mempertahankan kekhasan masing-masing pasar. ebab, menurutnya, tiap-tiap pasar memiliki keunikan masing-masing.

Menurutnya, revitalisasi bukan mengubah bentuk pasar melainkan menambah sisi kenyamanan dan mengembalikan fungsi pasar itu sendiri. "Pasar tradisional menyisakan romantika yang tidak bisa terbayarkan. Hanya saja dilema saat ini pasar terlihat kumuh, kotor, jorok. Orang kerap enggan berbelanja hanya karena masalah itu. Perlu ada revitalisasi pasar," kata Sukirman dalam keterangan resminya Senin (11/2/2019).

Dia mengatakan peran pemerintah daerah sangatlah sentral dalam merevitalisasi pasar tradisional. Perlu ada political will yang diambil oleh kepala daerah. Dengan demikian. simpulnya, penguatan sektor perekonomian menjadi terwujud.

"Pasar tempat berkumpul semua golongan masyarakat. Dinamika ini jarang ada pada pasar modern. Sangat disayangkan kalau kepala daerah enggan merevitalisasi pasar tradisionalnya. Padahal itulah pentingnya penguatan ekonomi kerakyatan," ucapnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis