Difabel Dilibatkan KPU Pati Rakit Kotak Suara

Pekerja merakit kotak suara di Gudang KPU di Kutoharjo Pati, Jawa Tengah, Selasa (12/2 - 2019). (Antara/Istimewa)
13 Februari 2019 11:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, PATI — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pati melibatkan penyandang difabel dalam merakit kotak suara yang terbuat dari kardus untuk menghadapi pemungutan suara Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

"Total pekerja yang dilibatkan dalam perakitan kotak suara sebanyak 25 orang, sedangkan kaum difabel yang dilibatkan berjumlah lima orang," kata Anggota KPU Pati Supriyanto di Pati, Jawa Tengah, Selasa (12/2/2019).

Penyandang difabel yang dilibatkan dalam partisipasi perakitan kotak suara, katanya, terbatas untuk tuna daksa. Meskipun kondisi fisiknya tidak sempurna, kata dia, mereka tetap bisa bekerja seperti halnya pekerja lain dan mereka juga cukup bersemangat ikut dilibatkan dalam partisipasi Pemilu 2019.

Jumlah kotak suara yang dirakit, kata dia, berjumlah 22.076 kotak suara yang penyimpanannya dipusatkan di gudang Kutoharjo Pati. Perakitan kotak suara yang dimulai hari Selasa (12/2), kata dia, ditargetkan selesai dalam waktu 12 hari.

"Dengan asumsi penghitungan setiap pekerja dapat merakit antara 100-120 kotak suara per harinya," ujarnya.

Simulasi yang dilakukan oleh KPU Kabupaten Pati, katanya, setiap kotak suara membutuhkan waktu sekitar 3-4 menit untuk merakitnya. Dari 22.076 kotak suara, lima unit akan dibagikan di setiap tempat pemungutan suara (TPS), 11 kotak di setiap panitia pemilihan kecamatan (PPK), selain satu di KPU. Di Pati terdapat 4.369 TPS yang tersebar di 21 kecamatan.

Terkait dengan kebutuhan logistik Pemilu 2019, kata Supri, hingga kini KPU Pati belum menerima surat suara pilpres maupun Pileg 2019. Kebutuhan logistik lainnya yang belum diterima, yakni formulir, daftar calon tetap, buku panduan KPPS, dan salinan daftar pemilih tetap (DPT).

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara