Tol Trans Jawa Diklaim Katrol Load Factor Bus AKAP

Ilustrasi bus angkutan umum. (Bisnis)
13 Februari 2019 14:50 WIB Yudi Supriyanto Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Pembangunan infrastruktur jalan tol Trans-Jawa membuat rata-rata tingkat keterisian atau load factor angkutan umum bus antarkota antarprovinsi (AKAP) mengalami kenaikan sekitar 60%. Pelaku usaha otobus AKAP juga akan menambah jam keberangkatan akibat terbangunnya tol Trans-Jawa tersebut.

Klaim itu dikemukakan Ketua Umum Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI) Kurnia Lesani Adnan kepada Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI), Senin (11/2/2019). Menurutntya, peningkatan jumlah penumpang yang terjadi pada bus AKAP dapat terjadi lantaran waktu tempuh semakin pendek dengan adanya jalan tol Trans Jawa.

“Untuk rata-rata bisa naik sekitar 30%. Kurang lebih [menjadi] 60% saat low seassons. Bisnis bus menjadi positif,” kata Kurnia.

Dipaparkannya, waktu tempuh yang harus dilalui oleh masyarakat ketika menggunakan bus AKAP dari Jakarta menunju Malang atau sebaliknya menjadi 11 jam dengan adanya jalan tol Trans Jawa. Sebelumnya, bus rute Jakarta-Malang membutuhkan waktu tempuh sekitar 16 jam.

Selain waktu tempuh yang lebih pendek, peningkatan jumlah keterisian penumpang bus AKAP juga dapat terjadi lantaran terdapat masyarakat pengguna kereta api (KA) dan pesawat pun beralih menggunakan bus. Menurutnya, tarif tiket bus yang lebih murah dibandingkan dengan kereta api membuat penumpang lebih memilih angkutan umum bus.

Bukan hanya itu, lanjutnya jumlah titik yang dapat disinggahi dengan bus lebih banyak dibandingkan kereta api dan membuat masyarakat beralih. Sementara itu, masyarakat pengguna pesawat yang beralih menggunakan bus lantaran terkait dengan tarif tiket pesawat yang mengalami kenaikan dan ada tarif bagasi yang dikenakan terhadap penumpang pesawat.

Berdasarkan pengamatan IPOMI, lanjutnya komposisi jumlah penumpang pesawat yang beralih menggunakan bus lebih banyak dibandingkan dengan penumpang kereta api yang beralih menggunakan bus. Terkait komposisi pastinya, dia menuturkan pihaknya belum melakukan pengamatan dengan detail hingga besaran persentase.

Dia menambahkan dampak positif pembangunan tol Trans Jawa tersebut juga membuat ada pelaku usaha bus yang berencana menambah jam keberangkatannya dan menggunakan jalur tol Trans Jawa penuh tanpa menggunakan jalur pantura. 

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis