KPU Batang Targetkan Partisipasi Pemilih 77,5%

Petugas Dokumentasi Relawan Demokrasi (Relasi) Kabupaten Batang melakukan sosialisasi dan pendidikan pemilih di masing masing basis masyarakat. (Antara/Kutnadi)
14 Februari 2019 08:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, BATANG — Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Batang menargetkan sebanyak 77,5% partisipasi pemilih pada pelaksanaan pemungutan suara Pemilihan Umum (Pemilu), 17 April 2019.

Ketua KPU Batang Nur Tofan mengatakan bahwa saat ini dinamika politik di daerah cenderung adem ayem namun diharapkan semangat melaksanakan demokrasi tetap tinggi. "Pesta demokrasi harus dihadapi dengan semangat dan gembira ria. Oleh karena, kami mengajak organisasi masyarakat dan lembaga swadya masyarakat (LSM) mendorong informasi Pemilu 2019 hingga pada pemilih," katanya di Batang, Jawa Tengah, Selasa (12/2/2019).

Pada acara Rapat Koordinasi Kesiapan Partisipasi Masyarakat pada Pemilu 2019, kata dia, KPU telah membentuk 55 relawan demokrasi melakukan sosialisasi untuk menyukseskan Pemilu 2019. "Para relawan ini sudah bergerak dari kampung ke kampung dan komunitas. Oleh karena, kita menargetkan 77,5% partisipasi pemilih dan sesuai data KPU partisipasi masyarakatnya sangat bagus dan memenuhi target," katanya.

Ia mengatakan pada Pemilu Legislatif 2014, jumlah partisipasi pemilih Kabupaten Batang mencapai 77,8%, Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2014 73,5%. "Kami berharap angka kehadiran pemilih bisa didorong semakin naik dari tahun ke tahun karena kesuksesan pemilu tidak pernah lepas dari seluruh komponen semua bangsa yang menjadi tanggung jawab semua elemen bangsa," katanya.

Ketua Divisi Sosialisasi Sumber Daya Manusia (SDM) dan Partisipasi Masyarakat KPU Kabupaten Batang Gunadi mengatakan mulai 28 Februari 2019 dan 27 Maret 2019 membentuk kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) di 2.522 tempat pemungutan suara (TPS) yang bertugas melaksanakan penghitungan suara dan sosialiasai pendidikan pemilih. "Pemilu 2019 seharusnya lebih baik karena ada kewajiban KPPS untuk ikut menyosialisasikan pendidikan pemilih," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara