Gara-Gara Spanduk, Takmir Masjid Keberatan Prabowo Salat Jumat di Masjid Agung Semarang

Calon presiden Prabowo Subianto di Pondok Pesantren Asshodiqiyah, Jl. Sawah Besar, Kaligawe, Kota Semarang, Jateng, Senin (29/10 - 2018). (Antara/Wisnu Adhi)
14 Februari 2019 14:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Takmir Masjid Agung Semarang, K.H. Hanief Ismail, membantah kabar yang menyatakan bahwa dirinya menolak calon presiden (capres) nomor urut 02, Prabowo Subianto, menjalankan ibadah salat Jumat di Masjid Agung Semarang atau yang biasa disebut Masjid Kauman.

Semula beredar pernyataan sikap pengurus Masjid Kauman yang menolak kedatangan Prabowo untuk salat Jumat di masjid tersebut. Hanief membenarkan informasi itu. Meski demikian, ia membantah jika itu diartikan sebagai penolakan, melainkan lebih tepatnya keberatan atau kurang berkenan.

"Bukan salat Jumat-nya yang kita larang. Tapi, kita khawatir salat Jumat di Masjid Kauman dipolitisasi," ujar Hanief saat dihubungi Semarangpos.com, Kamis (14/2/2019).

Hanief menuturkan sebelumya pihak DPC Gerindra Kota Semarang telah menemui pengurus Masjid Kauman terkait rencana kedatangan Prabowo untuk menjalankan ibadah salat Jumat. Semula, pihaknya pun tidak keberatan. Namun, keputusan itu berubah seketika setelah mengetahui adanya selebaran maupun spanduk yang tersebar di berbagai sudut Kota Semarang yang menyatakan berisi ajakan agar massa pendukung Prabowo ikut menjalankan salat Jumat di Masjid Kauman.

"Itu yang kita tidak mau. Kami khawatir masjid dijadikan tempat untuk kampanye. Kalau mau salat Jumat silakan, toh itu kewajiban sebagai umat Islam," imbuh Hanief.

Dari penelusuran Semarangpos.com, informasi terkait rencana Prabowo menjalankan ibadah salat Jumat di Masjid Kauman memang sudah tersebar, bahkan di  media sosial (medsos), seperti Instagram. Salah satu akun Instagram milik @mantapsjateng, bahkan telah mengunggah foto Prabowo yang tengah mengenakan songkok hitam dan baju muslim. Di foto juga tertulis kata-kata yang menyatakan ajakan agar massa turut serta menjalankan ibadah salat Jumat bersama capres nomor urut 02 pada Pilpres 2019 itu.

"Hadirilah, Shalat Jumat bersama Prabowo Subianto," tulis pengguna akun @mantapsjateng.

Selebaran rencana Prabowo Subianto salat Jumat di Masjid Kauman. (Instagram @mantapsjateng)

Hanief menyebutkan selama ini Masjid Kauman memang kerap digunakan para politikus menjalankan ibadah salat Jumat. Pada Pilgub 2018 lalu, dua kandidat yang bersaing, baik Ganjar Pranowo maupun Sudirman Said juga menggelar salat Jumat di Masjid Kauman.

"Bahkan pada pilpres sebelumnya Pak Hatta Rajasa juga salat Jumat di Masjid Kauman. Tapi enggak seperti ini. Malah terkesan menjadikan masjid sebagai tempat pencitraan. Kalau mau salat, silakan salat saja enggak usah menyebar selebaran seperti itu," beber pria yang juga menjabat sebagai Rais Syuriah PC Nahdlatul Ulama (NU) Kota Semarang.

Hanief juga menyatakan telah mengirim sikap keberatan tersebut secara tertulis ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Semarang. "Intinya kita enggak melarang dia salat Jumat di Masjid Kauman. Hanya jangan dipolitisasi," imbuhnya. 

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya