Lupa Data saat Pidato Kebangsaan, Begini Prabowo Mengingatnya...

Calon presiden Prabowo Subianto. (Antara/Putra Haryo Kurniawan)
16 Februari 2019 22:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, JAKARTA — Calon presiden nomor urut 02 dalam Pilpres 2019, Prabowo Subianto, tampil menyampaikan pidato Kebangsaan di Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (15/2/2019), dengan mengangkat isu swasembada pangan, energi, serta air. Sayangnya, dia sempat lupa mengenai data yang mestinya ia sampaikan sehingga Prabowo harus mencari-cari orang kepercayaannya. 

Selama hampir satu jam berpidato, Prabowo sejatinya melakukannya dengan cukup cair. Ada kalanya pidatonya berapi-api, namun terkadang juga diselingi gurauan sehingga menimbulkan gelak tawa. Namun, ada kalanya dia lupa data sehingga harus mencari-cari orang kepercayaannya untuk mengingatnya. Hal itu terjadi saat Prabowo membandingkan kesenjangan ekonomi di beberapa negara.

Dalam pidatonya itu, Prabowo memuji Prancis yang memiliki kesenjangan ekonomi yang tidak begitu lebar. “Satu persen penduduk menguasai 20% kekayaan. Itu data yang saya terima, coba diverifikasi,” katanya sebagaimana dikutip Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI) dari Tempo.co.

Prabowo lantas membandingkannya dengan Amerika Serikat. Dia semula menyebut bahwa 1% warga Amerika menguasai 35% kekayaan di negara itu. Hanya saja, Prabowo kemudian merasa ragu dengan ucapannya. Dia lantas memalingkan muka ke timnya yang menggerombol di samping panggung. Dia terlihat mencari salah seorang kepercayaannya untuk memastikan datanya. “Mana saya punya pakar? Mana, yang botak itu lo,” katanya sembari mencari-cari.

Orang yang dicari lantas menampakkan diri sembari mengoreksi ucapan Prabowo. “Sekitar 32%,” kata Prabowo setelah mendapat koreksi.

Dalam pidato itu, Prabowo beberapa kali memamerkan tim pakarnya. Bahkan, puluhan pakar yang terdiri atas para praktisi dan akademisi ikut duduk di belakang mimbar. Beberapa di antara mereka adalah Burhanuddin Abdullah, Ikhsanuddin Noorsyi, Drajat Wibowo, Alex Yahya, serta Andika. Selain itu, ada pula Sudirman Said, Muhammad Said Didu, serta Ferry Mursyidan Baldan.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis