Santri Magelang Terseret Banjir Bandang Kali Bolong

Sukarelawan memantau korban kecelakaan sungai di salah satu aliran Sungai, aliran Sungai Bolong. (Antara/Humas BPBD Kabupaten Magelang)
17 Februari 2019 04:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, MUNGKID — Seorang santri Pondok Pesantren Nurul Islam Kauman, Desa Pirikan, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah terseret arus Kali Bolong yang menddak deras seiring datangnya banjir bandang.

Pada mulanya, sekitar pukul 14.00 WIB, tiga santri Pondok Pesantren Nurul Islam Kauman mandi di Kali Bolong. Sekitar pukul 15.00 WIB tiba-tiba banjir datang sehingga ketiga santri tersebut terbawa aliran sungai.

Dua orang santri bernama Ferdy, 15, dan Safii, 15, dapat menyelamatkan diri. Malangnya, Sofyan, 17, hanyut terbawa derasnya aliran arus air sungai.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang Edy Susanto di Magelang, Jumat (15/2/2019), mengatakan kecelakaan sungai tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 WIB.  Atas kejadian tersebut masyarakat bersama sukarelawan pun melakukan penyisiran di aliran Kali Bolong dan di titik pertemuan Kali Bolong dengan Kali Elo.

Pada pukul 17.30 WIB, katanya ada peningkatan debit aliran Kali Bolong dan Elo karena di hulu sungai hujan deras. Tim BPBD Kabupaten Magelang melakukan pemantauan di beberapa lokasi, antara lain di Jembatan Canguk.

Pencarian korban oleh tim SAR yang dipandegani BPBD Kabupaten Magelang, Satpol PP dan Pemadam Kebakaran, Polsek, Koramil, Pemdes Pirikan, pengurus pondok dan sukarelawan dilakukan di sepanjang aliran Kali Bolong dilanjutkan di aliran Kali Elo. "Pada pukul 17.30 WIB pencarian dihentikan karena hujan dan dilanjutkan pemantauan," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara