Jokdri Tersangka, PSIS Semarang Optimistis Liga 1 Tetap Digelar

Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono (tengah) didampingi Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha (kanan) menjawab wartawan saat akan menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (24/1 - 2019). (Antara/Reno Esnir)
17 Februari 2019 14:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG – Penetapan tersangka Pelaksana tugas (Plt.) Ketua PSSI, Joko Driyono (Jokdri), atas kasus dugaan pengaturan skor rupanya tak menyurutkan persiapan yang dilakukan sejumlah klub untuk menghadapi kompetisi Liga 1. Salah satunya, yakni klub asal Kota Semarang, PSIS Semarang.

CEO PSIS Semarang, A.S. Sukawijaya, tetap optimistis kompetisi tertinggi di Tanah Air itu tetap digelar Mei mendatang. Meskipun pimpinan induk organisasi sepak bola di Tanah Air terjerat kasus pengaturan skor pada sejumlah laga,

“[Persiapan] PSIS tetap jalan seperti biasa. Program latihan juga sudah kami susun sampai kick off Liga 1,” ujar pria yang akrab disapa Yoyok Sukawi itu kepada wartawan di Semarang, Sabtu (16/2/2019).

Meskipun belum jelas liga 1 akan dimulai kapan, Ia menyatakan tetap optimistis. Yoyok juga yakin Liga 1 musim ini akan lebih baik dan profesional.

Ia mengungkapkan, pihaknya juga sudah mengontrak pelatih maupun pemain, dan akan mendatangkan beberapa pemain asing untuk memperkuat tim berjuluk Mahesa Jenar itu.

"Kita harus optimistis, kasihan pemain dan pelatih serta suporter kalau kita pesimistis,” tutur Yoyok.

Jokdri telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pengaturan skor. Penetapan tersangka diumumkan Ketua Tim Media Satgas Antimafia Bola, Kombes Pol. Argo Yuwono, Kamis (14/2/2019).

Sebelum Jokdri, polisi juga telah menetapkan sederet tersangka lain yang merupakan anggota Komite Eksekutif (Exco) PSIS, salah satunya Ketua Asprov PSSI Jateng, Johar Lin Eng.

Kasus pengaturan skor ini bermula dari aduan mantan Manajer Persibara Banjarnegara, Lasmi Indaryani, 16 Desember 2018 lalu.