Wagub Klaim Komoditas Pertanian Jateng Tembus Pasar Eropa

Warga menjemur tembakau rajangan di lapangan Desa Ngadimulyo, Kedu, Temanggung, Jateng, Rabu (13/9 - 2018). (Antara/Anis Efizudin)
18 Februari 2019 02:50 WIB Alif Nazzala Rizqi Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Komoditas pertanian di Jawa Tengah, seperti beras merah dan kopi robusta asli Temanggung, diklaim Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin sukses menembus pasar Eropa.

"Hasil pertanian kita sebenarnya sudah ekspor ke beberapa negara di Eropa. Ada produk unggulan beras merah dan kopi robusta dari Temanggung, tetapi permasalahannya kita masih mengekspor bahan mentah, sehingga nilai tambahnya masih kurang. Maka kita dorong bagaimana mengolah hasil pertanian ini," kata Wagub Jateng Taj Yasin, Jumat (15/2/2019).

Menurut Yasin, beberapa komoditas pertanian unggulan Jateng, seperti tebu, tembakau, kopi robusta, kopi arabika, cengkih, karet, dan kelapa menjadi primadona. Ada pula kedelai asli Kabupaten Grobogan yang kualitasnya tidak kalah bersaing dengan kedelai Amerika Serikat.

"Kedelai Grobogan pernah diuji dengan kedelai Amerika, ternyata lebih baik produk lokal kami. Edukasi kepada masyarakat untuk mengembangkan kedelai perlu terus didorong karena belum banyak yang terjun di pertanian kedelai. Padahal di Indonesia setiap rumah tangga pasti mengonsumsi tempe," tuturnya.

Dia menjelaskan dengan potensi pertanian yang luar biasa, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berupaya memberikan layanan yang memudahkan petani untuk memajukan sektor pertanian mereka. Seperti layanan Kartu Tani yang memuat database pertanian, seperti kapan mereka menanam benih, membeli pupuk bersubsidi, komoditas dan luas lahan. Data tersebut digunakan untuk memprediksi waktu panen, sehingga pemerintah dapat membantu mengatur distribusi hasil panen ke daerah-daerah yang membutuhkan secara tepat sasaran dan harga yang menguntungkan.

"Kita meluncurkan Kartu Tani yang saat ini diadopsi oleh pemerintah pusat dan diterapkan di beberapa provinsi meskipun belum menyeluruh, seperti Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, dan NTT. Kartu Tani ini memuat data petani mengambil pupuk kapan dan kami bisa memprediksi kapan mereka akan panen raya. Sehingga kami akan menyiapkan modal untuk antisipasi inflasi," jelasnya.

Selain itu lanjut dia, Bank Jateng juga meluncurkan program kredit Mitra Jateng 25 yang persyaratannya mudah dan terjangkau bagi petani. Diharapkan mereka tidak lagi terbelit hutang dengan rentenir. "Kita dorong Bank Jateng untuk memberikan modal bunga ringan. Kita punya Mitra Jateng 25 yang tanpa agunan dan bunganya hanya 7%," tambahnya.

Selain itu, Pemprov Jateng juga mendorong agar hasil pertanian dapat diolah terlebih dahulu sebelum dipasarkan, sehingga dapat mendongkrak harga jual komoditas dari petani. Dia mencontohkan, pengolahan cabai bubuk dapat menyiasati persoalan cabai yang mudah busuk jika tidak segera dipasarkan dan sampai ke tangan konsumen. Selain itu, pemanfaatan cold storage juga dapat diterapkan untuk mengatasi persoalan tersebut.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis