Panglima FPI Kawal Slamet Maarif di Polda Jateng

Panglima Laskar FPI Jateng, Achmad Rofi'i (kedua dari kanan), tiba di Mapolda Jateng, Senin (18/2 - 2019). (Semarangpos.com/Imam Yuda S.)
18 Februari 2019 14:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Organisasi masyarakat (Ormas) Front Pembela Islam (FPI) turut mengawal proses pemeriksaan Ketua Umum (Ketum) Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Maarif, di Mapolda Jateng, Kota Semarang, Senin (18/2/2019).

Panglima Laskar FPI Jateng, K.H. Ahmad Rofi'i bahkan terjun langsung dengan hadir di Mapolda guna mengawal Slamet Maarif yang akan menjalani pemeriksaan atas kasus dugaan pelanggaran pemilu.

Rofi'i hadir sekitar pukul 11.00 WIB. Ia hadir bersama massa pendukung Slamet Maarif yang menggelar aksi di depan Mapolda Jateng, Jl. Pahlawan, Kota Semarang.

"Kita hanya mengawal dan memberi dukungan kepada ustaz (Slamet Maarif). Laskar Insyaallah tertib dan tidak akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," ujar Rofi'i saat dijumpai wartawan di Mapolda Jateng.

Sementara itu, Slamet Maarif yang sudah ditetapkan sebagai tersangka seharusnya menjalani pemeriksaan di Kantor Ditreskrimum Polda Jateng, pukul 10.00 WIB. Namun, hingga pukul 11.30 WIB, Slamet Maarif belum juga hadir.

Rofi'I tidak tahu keberadaan Maarif. Meski demikian, ia sempat sempat menjalin komunikasi dengan Slamet Maarif pada Minggu (17/2/2019) malam. "Insyaallah beliau datang," imbuh Rofi'i.

Sementara itu, meski Slamet Maarif belum tiba, puluhan massa sudah berkumpul di depan Mapolda Jateng. Sebelum berkumpul di Mapolda, massa melakukan longmarch dari Masjid Baiturrahman, kawasan Simpang Lima, Kota Semaran. Keberadaan massa pun sempat membuat arus lalu lintas di Jl. Pahlawan sedikit tersendat.

Namun hingga pukul 11.30 WIB, Slamet Maarif tak kunjung tiba. Koordinator Tim Pengacara Muslim (TPM), Achmad Michdan, menyebutkan Slamet Maarif tak bisa memenuhi panggilan penyidik Polresta Solo di Mapolda Jateng karena mendadak mengalami sakit.

Slamet Maarif ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan pelanggaran pemilu. Ia diduga melakukan kampanye saat menghadiri acara Tablig Akbar 212 di Solo, 13 Januari lalu, dengan mempromosikan pasangan calon (paslon) nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya