Ketum PA 212 Izin Sakit, Polda Jateng: Kita Tunggu Surat Resminya

Ratusan pendukung Slamet Maarif mendatangi Mapolda Jateng di Jl. Pahlawan, Semarang, Senin (18/2 - 2019). Mereka datang untuk mendukung Slamet Maarif yang menjalani pemeriksaan atas dugaan kasus pelanggaran pemilu dalam Tablig Akbar 212 di Solo. (Semarangpos.com/Imam Yuda S.)
19 Februari 2019 04:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Aparat Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah (Jateng) menyatakan belum bisa melakukan penjadwalan ulang pemeriksaan Ketua Umum (Ketum) Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Maarif.

Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Jateng, Kombes Pol. Agus Triatmaja, mengatakan saat ini pihaknya masih menunggu surat keterangan resmi terkait kondisi kesehatan Slamet Maarif.

“Kita beri waktu maksimal tiga hari kepada kuasa hukum untuk memberikan surat keterangan sakit tersangka. Setelah itu, kita baru bisa jadwalkan pemeriksaan ulang,” ujar Agus saat dihubungi Semarangpos.com, Senin (18/2/2018).

Slamet Maarif seharusnya menjalani pemeriksaan di Mapolda Jateng, Senin (18/2/2018). Namun, ia batal hadir karena kondisi tubuhnya kurang fit atau sakit.

Ini merupakan kali kedua Slamet batal hadir dalam pemeriksaan di Mapolda Jateng setelah ditetapkan sebagai tersangka dugaan pelanggaran kampanye pemilu oleh Polresta Surakarta. Sebelumnya, Slamet juga tidak hadir dalam pemeriksaan, Rabu (13/2/2019) karena alasan memiliki agenda kegiatan yang padat atau sibuk.

“Tadi kan izin tidak bisa hadir karena sakit tanpa keterangan tertulis. Makanya, saat ini kami sedang tunggu surat keterangan resminya,” imbuh Kabid Humas Polda Jateng.

Koordinator Tim Pengacara Muslim (TPM), Achmad Michdan, selaku kuasa hukum tersangka menyatakan jika kliennya memang mengalami sakit secara mendadak. Ia pun memohon kepada penyidik Polresta Surakarta untuk menunda pemeriksaan Slamet Maarif di Mapolda Jateng.

“Pemeriksaan untuk ustaz Maarif hari ini belum bisa dilakukan karena beliau mendadak sakit,” ujar Michdan.

Meski demikian, Michdan tidak menyebut secara pasti sakit yang dialami Slamet Maarif. Ia hanya menyebutkan jika kliennya mengalami flu berat dan tekanan darah atau tensinya meninggi.

“Ya beliau kan jadwalnya padat, tensinya tinggi dan flu berat. Sebenarnya sudah sejak Minggu [17/2/2019] malam ada di sini, tapi karena sakit enggak bisa hadir memenuhi panggilan penyidik,” imbuh Michdan.

Slamet Maarif ditetapkan sebagai tersangka setelah diduga melanggar Pasal 492 dan 521 Undang-Undang (UU) No. 7 Tahun 2017 tentang melakukan kampanye yang dilarang bagi peserta pemilu. Dugaan pelanggaran itu terjadi saat Slamet Maarif menjadi pembicara dalam acara Tablig Akbar PA 212 di Solo, 13 Januari lalu.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya