Mabes Polri Instruksikan Penjemputan Paksa Ketum PA 212 Slamet Ma'arif

Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif mengacungkan jari telunjuk dan ibu jarinya saat berjalan menuju ruang penyidik Satreskrim Polresta Solo, Kamis (7/2 - 2018). (Solopos/Kurniawan)
19 Februari 2019 10:50 WIB Sholahuddin Al Ayyubi Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Mabes Polri menginstruksikan Polda Jawa Tengah menjemput paksa Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Ma'arif apabila tersangka pelangaran ketentuan pemilihan umum itu kembali mangkir tatkala dipanggil.

Slamet Ma'arif sudah dua kali mangkir dari panggilan tim penyidik Polresta Solo. Saat kali pertama dipanggil, 13 Februari 2019 lalu, Slamet mangkir tanpa alasan. Saat dipanggil untuk kali kedua, Senin (18/2/2019), Slamet beralasan sakit sehingga minta pemeriksaan diundur pekan depan.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol. Dedi Prasetyo mengatakan seharusnya Slamet Ma'arif diperiksa sebagai tersangka terkait kasus dugaan tindak pidana pemilu pada pukul 10.00 WIB di Polda Jawa Tengah, Senin. Namun, pengacara Slamet Ma'arif menyampaikan bahwa kliennya tengah sakit.

"Ya kami kasih kesempatan sampai tiga kali sesuai KUHAP ya. Kalau pada panggilan yang ketiga tidak hadir lagi, maka penyidik punya wewenang untuk menjemput paksa tersangka," paparnya.

Dedi mengakui perkara tindak pidana pemilu yang dilakukan Slamet Ma'arif tidak akan rampung jika tersangka terus-menerus mangkir dari panggilan tim penyidik Polda Jawa Tengah. Dia mengimbau agar tersangka Slamet Ma'arif kooperatif dan memenuhi panggilan tim penyidik agar perkara yang menjerat dirinya semakin terang-berderang.

"Kami mengimbau agar yang bersangkutan itu kooperatif ya," katanya.

Sebelumnya, Slamet Ma'arif disangka melanggar Pasal 280 ayat (1) huruf a, huruf b, huruf c, huruf e, huruf f, huruf g, huruf h, huruf i, atau huruf j atau Pasal 276 ayat (2) UU No. 7/2017 tentang Pemilihan Umum dari Polresta Solo, 4 Februari 2019 lalu.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis