Teror Pembakaran Kendaraan di Jateng Meluas ke Temanggung

Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara pembakaran sepeda motor di Desa Ketitang, Kecamatan Jumo, Kabupaten Temanggung, Jateng. (Antara/Warga Ketitang, Jumo)
19 Februari 2019 12:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, TEMANGGUNG — Teror pembakaran kendaraan bermotor oleh orang tak dikenal di Jawa Tengah meluas hingga Temanggung, Kabar terbakarnya dua unit sepeda motor milik Sungkono, 53, warga Dusun Kalisalam, Desa Ketitang, Kecamatan Jumo, Kabupaten Temanggung, Jateng yang terjadi Senin (18/2/2019) dini hari itu baru dikabarkan Kantor Berita Antara, pada malam hari.

Seiring dengan peristiwa itu, dapat disimpulkan bahwa teror pembakaran kendaraan bermotor—baik mobil maupun sepeda motor—di Jateng pada tahun politik ini telah merambah Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kendal, Grobogan, dan terakhir Temanggung. Seperti di lokasi lain, api pembakaran motor di Temanggung tidak merambat ke rumah ataupun fasilitas lain, meskipun kedua motor itu sudah hangus tatkala kebakaran disadari pemiliknya. 

Sungkono menuturkan saat itu dirinya sedang berada di dalam rumah, meskipun sudah pukul 02.00 WIB, dirinya belum sepenuhnya terlelap dalam tidur sehingga saat kedua sepeda motor yang diparkir di teras rumah dibakar oleh orang tidak dikenal, dia langsung mengetahui dan berusaha memadamkannya. "Memang sudah dini hari, tetapi beruntung saya masih terjaga," katanya.

Ia mengaku sangat kaget saat kali pertama melihat ada kobaran api di depan rumahnya. Dia sangat tidak menyangka jika kobaran api tersebut berasal dari kedua sepeda motor miliknya yang diparkir di teras rumah. "Siapa yang tidak kaget, kobaran api dari kedua sepeda motor itu cukup besar. Saya sempat khawatir kalau api itu merambat ke rumah," katanya.

Mengetahui kejadian itu, dia langsung membangunkan istrinya, Surati, 43, dan anak menantunya Risman Suciyono, 33, serta anaknya Rina Setiyanti, 23, untuk memadamkan api yang membakar sepeda motor tersebut. "Begitu saya keluar dan memeriksa kejadian itu, kemudian saya langsung membangunkan semua isi rumah untuk memadamkan api, takunya kalau sampai membesar dan merambat ke rumah kami," katanya.

Ia menuturkan api yang membakar kedua unit sepeda motor tersebut bisa dipadamkan sekitar pukul 02.30 WIB, namun dia masih merasa shock berat dengan kejadian tersebut. "Meskipun sudah padam, kami sekeluarga merasa shock dan terancam," katanya.

Ia menyampaikan dua sepeda motor itu memang tidak pernah masuk rumah. Satu sepeda motor miliknya dan satunya lagi titipan tetangga. Kejadian itu langsung dilaporkan ke Polsek Jumo dan saat ini polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan memasang garis polisi. "Jam 06.00 WIB saya laporkan kejadian itu ke Polsek Jumo, sekarang sudah dipasang garis polisi," katanya.

Polisi masih menyelidiki kasus tersebut dan belum bisa memberikan keterangan terkait kebakaran dua sepeda motor tersebut.  Selama sebulan terakhir ini, puluhan kendaraan  bermotor dibakar orang tak dikenal dengan modus yang sama, yakni membakar kendaraan yang diparkir di teras rumah. Kejadian serupa sebelumnya terjadi di Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kendal, dan Grobogan. Lebih dari 40 kendaraan  bermotor dibakar oleh orang tak dikenal.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara