Rebut Suara Jokowi di Jateng, BPN Prabowo-Sandi Rekrut Ribuan Netizen

Ketum Relawan Pride Nasional, Anthony Leong, saat dijumpai wartawan di Kantor DPW PKS Jateng, Kota Semarang, Senin (18/2 - 2019). (Semarangpos.com/Imam Yuda S.)
20 Februari 2019 06:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Tim Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi akan mengerahkan ribuan netizen guna memenangkan pasangan calon (paslon) nomor urut 02 pada Pilpres 2019. Ribuan netizen itu akan dikumpulkan dalam satu wadah yang disebut tim Prabowo-Sandi Digital Team (Pride).

Direktur Bidang Media dan Komunikasi BPN Prabowo-Sandi, Anthony Leong, mengatakan tim media sosial yang dibentuk itu akan diterjunkan di dua provinsi yang selama ini menjadi basis pendukung paslon nomor urut 01, Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

“Kami sudah merekrut 6.000-7.000 netizen di seluruh Indonesia. Mereka akan bergerak di zona-zona yang kita rasa kalah. Jateng dan Jatim akan jadi pusat perhatian kami dalam dua bulan terakhir,” ujar Anthony saat dijumpai wartawan di Kantor DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jateng, Jl. Kelud Utara No. 46, Semarang, Senin (18/2/2019) malam.

Anthony menyebutkan di Jateng sudah ada 10 isu yang akan digarap oleh tim netizen guna mendongkrak suara Prabowo-Sandi. Isu-isu antara lain, seperti pendidikan, kesejahteraan guru, ekonomi kerakyatan, dan lain-lain.

“Kita tidak hanya akan menggarap isu nasional, tapi juga isu daerah agar lebih dirasa oleh masyarakat sekitar, seperti ekonomi maupun kesejahteraan masyarakat," kata pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum (Ketum) Relawan Pride Nasional itu.

Isu itu, kemudian akan diangkat di media sosial (medsos) untuk menggugah minat kaum milenial. Anthony yakin langkah itu akan mampu suara maksimal lewat isu-isu yang diangkat di media ssos. Terlebih lagi dalam beberapa bulan terakhir, ia menemukan sekitar 10-20% swing voter atau pemilih yang belum menentukan pilihannya untuk Pilpres.

"Dari analisa kami, tim kami unggul di medsos. Bulan lalu kita unggul di medsos. Angka presentasenya sangat dinamis. Sekitar 70%, karena kami dianggap bisa memberikan solusi kesejahteraan bagi masyarakat.Sentimen yang diangkat selama ini juga punya dampak cukup baik. Ini yang jadi sorotan utama kita bagaimana cara untuk mengonversikan swing voters jadi pemilih kita," urainya.

Ia mengaku ingin mengembalikan julukan kandang banteng di Jateng, menjadi daerah aspirasi masyarakat. Pilpres, lanjut Anthony, menjadi momentum yang tepat untuk melakukan perubahan itu. 

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya