Sister Marathon, Jadi Cara Ampuh Jateng Dongkrak Turis di Borobudur

Wisatawan mengunjungi Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Selasa (29/5 - 2018). (Antara / Andreas Fitri Atmoko)
20 Februari 2019 12:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) memiliki strategi ampuh guna mendongkrak jumlah wisatawan di Candi Borobudur, Kabupaten Magelang. Salah satunya melalui sister marathon, yang akan diterapkan pada saat menggelar event tahunan, Borobudur Marathon, pada November mendatang.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jateng, Sinoeng Noegroho Rachmadi, mengatakan sister marathon adalah sistem yang mengintegrasikan event Boroburu Marathon dengan event maraton lain yang bertaraf internasional, seperti yang ada di Tokyo maupun beberapa negara lain di Eropa.

“Jadi nanti, orang yang sudah ikut event maraton di Jepang, Amsterdam, dan lainnya yang bertaraf internasional akan ikut di Borobudur Marathon di Jateng. Cara ini diharap ampuh meningkatkan jumlah kepesertaan Borobudur Marathon tahun ini. Tentunya juga jumlah wisatawan,” ujar Sinoeng saat dijumpai wartawan di Gets Hotel Semarang, Selasa (19/2/2019).

Agar sister marathon berjalan efektif, Sinoeng mengaku telah mengirimkan delegasi untuk melakukan komunikasi dengan penyelenggara event-event maraton dunia. Ia berharap penyelenggara event maraton tingkat dunia pun akhirnya akan turut mempromosikan Borobudur Maraton.

“Tahun lalu ada peserta dari 30 negara yang ikut Borobudur Marathon, harapannya tahun ini jumlah itu bisa dipertahankan atau ditingkatkan,” imbuh mantan Pjs. Bupati Tegal itu.

Sinoeng menambahkan keberadaan Borobudur Marathon memberikan dampak sangat besar bagi kunjungan wisata di Candi Borobudur. Selama 2018 lalu, tingkat kunjungan wisatawan di Borobudur tercatat sebagai yang tertinggi di Jateng dengan jumlah mencapai 3.690.323 wisatawan lokal dan 206.319 wisatawan mancanegara.

Sinoeng berharap adanya Borobudur Marathon juga akan meningkatkan perekonomian masyarakat Kabupaten Magelang dan sekitarnya. Ia mencatat saat penyelenggaraan Borobudur Marathon 2018 lalu, transaksi di Kabupaten Magelang dan sekitarnya mencapai Rp19 miliar.

“Target kami tahun 2019 ini, spending money yang terjadi di Keresidenan Kedu bisa mencapai Rp20 milar dan meningkat lagi menjadi Rp21 miliar pada 2020 saat Borobudur Marathon digelar,” beber Sinoeng.

Selain menerapkan sistem sister marathon, Disporapar Jateng juga akan menambah berbagai destinasi wisata di sekitar kawasan Candi Borobudur. Salah satunya yakni melalui pengembangan desa wisata guna meningkatkan kunjungan wisatawan di salah satu situs warisan dunia tersebut.

“Turis nanti enggak harus menginap di hotel untuk berkunjung ke Candi Borobudur. Bisa ke desa-desa wisata. Kami akan kembangkan nomaden tourism, yang cocok bagi wisatawan backpacker,” imbuhnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya