Unnes Konsentrasi Rancang Mobil Hemat Energi demi Ikut Kontes di Malaysia

Beberapa mahasiswa Universitas Negeri Semarang berfoto dengan mobil hemat energi Pandawa EV (warna merah) dan Pandawa G/Pro. (Antara/Yuzak Pratama Rinaldy)
24 Februari 2019 06:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Mahasiswa Fakultas Teknik Unversitas Negeri Semarang (Unnes) berkonsentrasi merancang mobil hemat energi demi bisa mengikuti ajang Shell Eco Marathon 2019 di Sepang, Malaysia. Mobil hemat energi seri Pandawa masih menjadi andalan kontingen Unnes di lomba tersebut.

"Mobil Pandawa Urate-V kali pertama dikembangkan untuk mengikuti Kontes Mobil Hemat Energi 2017 dan SEM-Asia 2018. Saat ini, sudah menjadi Urate-V Evo I untuk mengikuti SEM-Asia 2019," kata General Manager Tim Pandawa, Fajar Satrio Aji, saat ditemui Kantor Berita Antara di Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (23/2/2019).

Sesuai misi aneka lomba mobil hemat energi selama ini, purwarupa mobil Pandawa Urate-V tersebut dirancang untuk meminimalisasi penggunaan bahan bakar fosil serta turut serta mendukung program pemerintah dalam mengembangkan inovasi teknologi otomotif. Selain itu, pengembangan mobil hemat energi ini juga selaras dengan julukan Unnes sebagai kampus konservasi.

Ia mengklaim Pandawa Urate-V Evo I merupakan mobil urban gasoline yang memiliki efisiensi penggunaan bahan bakar 133 km/liter. Angka itu masih terpaut jauh dari target riset yang 425 km/liter. "Saat kali pertama mengikuti SEM-Asia 2018, Urate-V memiliki efisiensi 119 km/liter," terangnya.

Bukan hanya Pandawa Urate-V yang kini dikembangkan para mahasiswa Unnes Semarang, ada dua jenis mobil lain yang juga dikembangkan Tim Pandawa, yaitu Pandawa G-Pro yang merupakan prototype gasoline dan Pandawa EV mobil prototype elektronik. Kedua mobil tersebut juga pernah diikutsertakan dalam beberapa kontes mobil hemat energi.

Desain Pandawa Urate-V, kata dia, dibuat agar lebih aerodinamis dan bodi mobil berbahan karbon fiber yang lebih ringan daripada bahan lainnya. Konsep Urate-V, menurut dia sudah mencakup komponen kelistrikan yang terpasang pada mobil di pasaran.

Untuk purwarupa mobil listrik, Fajar mengatakan Pandawa EV telah siap produksi dan ada kemungkinan untuk diproduksi secara massal. Tim yang mendapat penghargaan Best Team di WEM Jepang itu tiap tahunnya selalu meningkatkan performa Pandawa EV dari jarak tempuh yang hanya 122 km/kwh saat diikutsertakan di SEM 2017 meningkat menjadi 238 km/kwh di KMHE pada tahun yang sama.

Menurut dia, ada beberapa indikator dalam pengembangan mobil hemat energi Pandawa, yaitu peluang dalam mendapatkan prestasi dan sejauh mana perkembangan kendaraan. Kemudian, finansial dan mengikuti arahan pembimbing kategori mana yang sebaiknya dikembangkan.  

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara