Politikus Nasdem Dukung Revitalisasi Pasar Tradisional

Anggota Staf Khusus Menteri Perdagangan Eva Yuliana (kiri) membuka pasar murah Ramadan di Kampung Sekip, Kadipiro, Banjarsari, Solo, Senin (28/5 - 2018). (Solopos/Muhammad Ismail)
25 Februari 2019 06:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Politikus Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Eva Yuliana, mendukung upaya pemerintah menggalakan revitalisasi pasar tradisional. Pemerintah saat ini tengah menggencarkan revitalisasi pasar tradisional yang mengacu ketentuan Standar Nasional Indonesia (SNI) 8152:2015 tentang Pasar Rakyat.

"Kami mendukung penuh program revitalisasi untuk meningkatkan kesejahteraan pedagang," kata Eva dalam siaran pers yang diterima Semarangpos.com, Sabtu (23/2/2019).

Program revitalisasi pasar rakyat, lanjut Eva, bakal memberikan sejumlah keuntungan, seperti menjadikan pasar lebih layak dan nyaman untuk berbelanja.

Baik para pedagang maupun pembeli akan semakin nyaman dalam beraktivitas di lingkungan pasar. "Pasar apik, insyaallah rejekinya becik," imbuh Eva.

Calon anggota legislatif (Caleg) Partai Nasdem Daerah Pemilihan (Dapil) V Jateng itu menilai revitalisasi pasar juga mampu meningkatkan daya beli masyarakat. Oleh karena itu, Eva berjanji akan terus mendorong dan meningkatkan jumlah revitalisasi pasar di Indonesia. Bahkan tidak hanya fisiknya, tetapi bagaimana mengajarkan pengetahuan pengelolaan pasar rakyat agar berdaya saing dengan pasar moderen.

"Setelah manajemen direvitalisasi maka yang diharapkan adalah memperpendek mata rantai antara produsen dan penjual," imbuh Eva.

Sementara itu, Penasihat Aprindo, Handaka Santosa, berpendapat revitalisasi ribuan pasar rakyat tentu akan memberikan hasil yang positif dalam perdagangan di kalangan pedagang pasar. Hal itu dikarenakan sarana pasar rakyat menjadi lebih nyaman bagi pengunjung melalui penataan dan berbagai fasilitas penunjang.

"Tentunya, ini juga akan mendorong pencapaian aktivitas pasar yang semakin leluasa dalam membangkitkan ekonomi masyarakat," ujarnya.

Direktur Utama (Dirut) Sogo Indonesia itu menambahkan penataan pasar rakyat sama sekali tidak menimbulkan pengaruh negatif kepada ritel modern. Hal itu dikarenakan, baik pasar rakyat maupun retail modern memiliki segmen market yang berbeda.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, mengatakan selama empat tahun pemerintah telah merevitalisasi 5.000 pasar rakyat.

Rinciannya, tahun 2015 telah direvitalisasi sebanyak 1.023 unit pasar, 2016 sebanyak 793 unit, 2017 sebanyak 851 unit, 2018 sebanyak 1.545 unit dan 2019 bakal direvitalisasi 1.037 unit pasar.

"Untuk revitalisasi nonfisik yaitu revitalisasi manajemen mengelola penempatan pedagang, pembiayaan dan permodalan dan SOP pelayanan pasar," papar Enggar.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya