Konyol! Ini Alasan Pelaku Tega Perkosa Bocah Yatim Piatu Sukoharjo

Tersangka kasus pemerkosaan gadis di bawah umur, JS (menggunakan sebo), saat dihadirkan di Mapolres Semarang, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Jateng, Senin (25/2 - 2019). (Semarangpos.com/Imam Yuda S.)
25 Februari 2019 18:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Pelaku pemerkosaan gadis di bawah umur, JS, 55, warga Desa Pager, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah (Jateng), saat ini telah menjalani pemeriksaan di Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Kabupaten Semarang.

Kendati demikian, JS rupanya tidak sadar jika apa yang dilakukannya itu menyalahi aturan. Ia bahkan mengaku jika perbuatan tidak senonoh yang dilakukannya terhadap bocah yatim piatu sekaligus anak asuhnya, M, 13, itu dilandasi rasa kasih sayang.

“Saya sayang sama dia,” ujar JS saat dihadirkan dalam acara gelar perkara di Mapolres Semarang, Ungaran Barat, Senin (25/2/2019).

Sementara itu, Kapolres Semarang, AKBP Adi Sumirat, mengatakan JS diringkus aparat kepolisian saat tengah bersembunyi di rumah salah satu anaknya di Kecamatan Gentan, Kabupaten Sukoharjo, Kamis (21/2/2019).

Kakek 8 orang cucu itu ditangkap atas dugaan kasus pemerkosaan terhadap gadis di bawah umur yang notabene merupakan anak asuhnya.

“Perbuatan tersangka itu dilakukan kali pertama pada bulan Agustus 2018 lalu di rumahnya Desa Pager. Dari pengakuan tersangka, ia telah melakukan perbuatan tidak senonoh kepada korban sebanyak dua kali,” ujar Adi.

Adi menambahkan korban dan pelaku selama ini memang tinggal satu rumah. Korban tinggal dengan pelaku sejak 2017 atau setelah ayah kandungnya meninggal dunia. “Jadi tersangka ini merupakan teman akrab almarhum ayah korban. Setelah ayahnya meninggal, korban dititipkan ke tersangka untuk diasuh,” jelas Adi.

Namun, tersangka justru memanfaatkan kesempatan mengasuh korban untuk melampiaskan nafsu bejatnya. Ia tercatat dua kali mencabuli korban dalam kurun waktu enam bulan terakhir, yakni Agustus dan Oktober 2018.

Setiap kali melakukan aksi bejatnya, tersangka selalu mengancam korban untuk tidak menceritakan kepada orang lain. Namun, perbuatan bejat tersangka akhirnya terbongkar juga. Korban yang mengalami kehamilan dengan usia kandungan lima bulan mulai mengalami perubahan fisik pada perutnya.

Tak ingin perbuatannya terungkap, tersangka pun mengembalikan korban ke rumah neneknya di kawasan Grogol, Sukoharjo. “Cara tersangka mengantar korban juga tidak sewajarnya. Korban hanya diantar di jalan depan rumah neneknya, terus ditinggal pergi,” imbuh Adi.

Namun di rumah nenek korban, perbuatan tersangka justru terungkap. Kerabat korban yang curiga dengan perubahan fisik korban akhirnya memeriksakan korban ke bidan. Setelah diketahui bahwa korban mengalami kehamilan atas perbuatan JS, kerabat korban pun melapor ke aparat kepolisian.

Atas perbuatan itu, tersangka pun dijerat Pasal 81 juncto Pasal 76D dan Pasal 82 juncto Pasal 76E UU No.35/2014 tentang Perlindungan Anak, dengan hukuman penjara hingga 15 tahun.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya