Hari Peduli Sampah Diperingati di Kendal, Ini Pesan Menteri Lingkungan Hidup...

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar pada puncak peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) di Pantai Sendang Sikucing, Kendal, Jawa Tengah, Minggu (24/2 - 2019). (Bisnis/Istimewa0
26 Februari 2019 02:50 WIB Herdiyan Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Puncak peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) digelar di Pantai Sendang Sikucing, Desa Klampok, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Minggu (24/2/2019), dihadiri langsung Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar.

Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar mengatakan peringatan itu merupakan momentum seluruh pihak untuk mewujudkan kesamaan langkah dan kepedulian dalam pengelolaan sampah. Ditegaskannya, perhatian nasional dan internasional pada sampah juga tertuju pada sampah plastik, dengan segala potensi akibatnya kepada manusia dan satwa.

Menurutnya, sampah plastik di laut ukuran mikro (marine plastic debris) sangat berbahaya karena mengganggu kesehatan apabila sampah plastik tersebut masuk dalam pencernaan ikan dan masuk dalam sistem rantai pangan. “Pemerintah Indonesia bertekad supaya kita bersama dapat mengatasi masalah sampah laut dan plastik di Indonesia,” ujar Siti ketika memberi sambutan pada puncak peringatan HPSN itu.

Seusai seremoni peringatan HPSN, acara dilanjutkan dengan aksi bersih-bersih yang dilakukan di Pantai Sendang Sikucing, Kendal, Jawa Tengah. Kegiatan itu diikuti 2.000 orang dari berbagai elemen masyarakat, pemerintah daerah, TNI, Polri, LSM peduli lingkungan, hingga pelajar.

“Tadi kita sudah ngumpulin sampah sejak jam 6 pagi, tadi ditimbang, saya dan Ibu Bupati menyaksikan itu kira-kira hampir 100 kg dalam waktu 2 jam di pantai. Jadi terima kasih walaupun singkat, berarti sampahnya dibersihkan dan pantainya menjadi cantik dan bersih,” kata Siti.

Siti mengajak masyarakat untuk peduli menyingkirkan sampah. Menurutnya, dari data Badan Pusat Statistik, angka ketidakpedulian masyarakat terhadap sampah masih cukup tinggi. “Kalau dari ketidakpedulian ini salah satu ukurannya masalah sampah, maka di angka indeks itu angka tidak pedulinya 0,72, jadi lebih nggak peduli lagi. Angka-angka ini menunjukkan bahwa kita harus terus-menerus bersama-sama dengan masyarakat, pemerintah, para aktivis, dan semua elemen untuk kita membersihkan sampah,” ujar Siti.

Siti pun menjelaskan bahwa sampah paling banyak diproduksi oleh rumah tangga. Ia pun mengajak masyarakat untuk mengurangi sampah dimulai di rumah masing-masing dengan memilah yang masih digunakan dan diolah kembali.

Selain di Pantai Sendang Sikucing, Kendal, Jawa Tengah, secara serentak dalam peringatan HPSN ini dilakukan kegiatan bersih-bersih bersama masyarakat atau clean up di 8 kota yaitu Kendal, Tegal, Brebes, Pemalang, Batang, Rembang, Jepara, dan  Kebumen, serta kemudian dilanjutkan kegiatan apel memperingati HPSN 2019 di TPA Jatibarang, Kota Semarang.

Kegiatan ini dilaksanakan di kota-kota yang memiliki sungai besar dan memiliki pantai untuk mewujudkan sinergi dalam mengurangi sampah, termasuk sampah plastik.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis