Solo & Cilacap Dianggap Paling Rawan pada Masa Pemilu 2019

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol. Agus Triatmaja (kedua dari kanan), memberikan paparan terkait tingkat kerawanan di Jateng saat masa pemilu di Kantor DPD Kota Semarang, Selasa (26/2 - 2019). (Semarangpos.com/Imam Yuda S.)
27 Februari 2019 16:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — – Polda Jawa Tengah (Jateng) telah memetakan daerah yang berpotensi mengalami kerawanan saat masa Pemilu 2019. Ada dua wilayah di Jateng yang dinyatakan berpotensi paling rawan saat masa kampanye Pemilu, yakni Kabupaten Cilacap dan Kota Solo.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Jateng, Kombes Pol. Agus Triatmaja, saat menghadiri dialog interaktif bertajuk Pemilu dan Problematikannya di Kantor dewan Perwakilan Daerah (DPD), Kota Semarang, Jateng, Selasa (26/2/2019).

“Kita sudah melakukan pemetaan daerah yang rawan. Berdasarkan indikator geografis, ada dua tempat yang paling rawan, yakni Kabupaten Cilacap dan Kota Surakarta. Kita akan menggunakan pola keamanan yang berbeda di dua daerah itu,” ujar Agus.

Agus menambahkan selama masa Pemilu 2019, Polda Jateng telah menggelar pengamanan melalui Operasi Mantap Brata. Selama masa pengamanan itu, sekitar 35.000 aparat keamanan, baik dari unsur TNI maupun Polri, diterjunkan agar pelaksanaan pemilu berjalan kondusif.

“35.000 personel yang kami terjunkan itu, 23.000 di antaranya merupakan anggota Polri. Sedangkan sisanya, sekitar 12.000 berasal dari personel TNI. Untuk pengamanan, kami instruksikan mulai sampai kampanye, persiapan dari percetakan, hingga proses pemungutan suara nanti,” imbuh Kabid Humas Polda Jateng.

Sementara itu, Anggota KPU Jateng yang membidangi Divisi Data dan Informasi, Paulus Widiantoro, menyebutkan saat ini persiapan KPU Jateng sebagai penyelenggara Pemilu 2019 di Jateng telah mencapai 90%.

Berbagai tugas yang menjadi tanggung jawab KPU Jateng telah diselesaikan, mulai dari menetapkan daftar pemilih tetap (DPT) hingga DPT hasil perbaikan (HP).

“Untuk DPT kita sudah tetapkan sekitar 27,8 juta pemilih. Kita targetkan partisipasi pemilih tahun ini meningkat sekitar 77%. Untuk persiapan menjelang pencoblosan, kita sudah jalan sekitar 90%,” ujar Paulus.

Paulus menambahkan persiapan KPU saat ini telah memasuki proses pengiriman logistik pemilu ke 35 kabupaten/kota di Jateng. Hingga Selasa ini, total sudah ada 17 kabupaten dan kota di Jateng yang telah menerima logistik pemilu.

Sedangkan, Wakil Ketua DPD Ahmad Muqowan mengapresiasi kinerja KPU, Polri, maupun Bawaslu, dalam menggawal jalannya pesta demokrasi di Jateng. Ia juga berharap kepada masyarakat bisa lebih aktif mengawal jalannya pemilu dan turut memberikan hak pilih saat pencoblosan pada 17 April nanti.

“Jangan melihat pemilu itu sebagai kegiatan rutin, satu suara bisa mengubah segalanya. Keterlibatan partai politik, dan capres ini harus menghasilkan legislator dan pembangunan, kita tidak boleh rugi soal ini," bebernya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya