Bawaslu Kota Semarang Ajak PSK Sunan Kuning Awasi Money Politics

Suasana acara Bawaslu Kota Semarang Goes to Sunan Kuning di Balai RW 004 Kampung Argorejo, Kelurahan Kalibanteng Kulon, Kota Semarang, Selasa (26/2 - 2019). (Semarangpos.com/Bawaslu Kota Semarang)
27 Februari 2019 04:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Semarang mengajak warga binaan Resosialisasi Argorejo atau yang populer disebut Sunan Kuning untuk turut berpartisipasi mengawasi pelaksanaan Pemilu 2019.

Hal itu disampaikan Ketua Bawaslu Kota Semarang, M. Amin, saat menggelar acara Bawaslu Kota Semarang Goes to Argorejo Sunan Kuning, Selasa (26/2/2019).

“Kegiatan sosialisasi pengawasan partisipatif warga Argorejo di Sunan Kuning ini merupakan upaya kami untuk memberikan pemahaman kepada mereka [PSK], bahwa mereka semua memiliki hak pilih yang harus digunakan sebaik-baiknya,” ujar Amin saat dijumpai wartawan di Balai RW 004, Kampung Argorejo, Kelurahan Kalibanteng Kulon, Semarang, Selasa.

Amin menambahkan selain untuk meningkatkan partispasi warga binaan Sunan Kuning, kegiatan itu juga digelar dalam rangka memberikan pengetahuan dalam hal melakukan pencegahaan pelanggaran pemilu, seperti money politics.

“Kami berharap jika mengetahuai adanya pelanggaran, mereka bisa segera melapor ke Bawaslu Kota Semarang, Panwaslu Kecamatan, kelurahan maupun tingkat TPS,” tutur Amin.

Terpisah, Kepala Resosialisasi Argorejo, Suwandi, mengatakan para penghuni resosialisasi sangat heterogen karena kebanyakan bukan berasal dari Kota Semarang. Kendati demikian, Bawaslu Kota Semarang tetap memberikan sosialisasi ke warga binaan Resosialisasi Argorejo, yang mayoritas bekerja sebagai pemandu karaoke (PK) maupun pekerja seks komersial (PSK).

“Memang warga Resosialisasi Argorejo, Sunan Kuning, kebanyakan bukan dari Semarang. Mereka kebanyakan warga pendatang. Untuk itu, kami selaku pengelola resosialisasi sangat berterima kasih kepada Bawaslu Kota Semarang yang masih memikirkan kita dan dibuatkan acara seperti ini,” ujar Suwandi.

Suwandi mengaku sebagai tokoh masyarakat di kampung tersebut juga telah melakukan pendataan A5 atau formulir pindah tempat pemungutan suara (TPS).

“Formulir itu nantikan akan digunakan warga Sunan Kuning yang ingin melakukan pencoblosan dalam Pemilu 2019 tanpa harus pulang ke kampung halamannya,” ujar Suwandi.

Acara yang digagas Bawaslu Kota Semarang ini kemudian dilanjutkan dengan parade pembacaan puisi yang ditampilkan penghuni resosialisasi. Parade puisi itu bertujuan untuk menggugah kepekaan dan semangat warga mengawal pemilu secara bersih, terbebas dari money politics maupun kampanye hitam.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya