Di Semarang, Menaker Bantah Ada WNA Punya E-KTP

Foto e/KTP milik Guohui Chen yang beredar di media sosial. (Semarangpos.com/Istimewa)
27 Februari 2019 10:50 WIB Alif Nazzala Rizqi Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Menteri Ketenagakerjaan, Muhammad Hanif Dhakiri membantah kabar yang menyebutkan adanya warga negara China yang punya kartu tanda penduduk elektronik atau e-KTP di Cianjur, Jawa Barat. Menurutnya, hal itu merupakan kabar bohong atau hoaks yang berkualitas super.

“Hoaks. Itu super hoaks,” kata Hanif Dhakiri yang ditemui wartawan di Kota Semarang seusai meresmikan gedung baru Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK), Selasa (26/2/2019).

Hanif mengaku telah mendapat laporan dan memastikan jika tenaga kerja asing (TKA) memiliki e KTP itu tidak benar. Bahkan, dia menyebut jika gambar tersebut adalah editan. “Lo super hoaks, itu editan kok, jadi izin tinggalnya ada, tapi dibuat seolah-olah ada e-KTP,” tambahnya.

Dia pun meminta, kepada masyarakat untuk mengkroscek kebenaran data agar tidak ikut serta merta menyebarkan hoaks dan fitnah. “Sudahlah, jangan percaya fitnah, jangan percaya hoaks, hancur Republik ini kalau semua orang percaya hoaks,” tegasnya.

Heboh warga negara China punya e-KTP di Cianjur sebelumnya ramai diperbincangkan di media sosial. Pada unggaha foto e-KTP itu tampak foto wajah pria bernamanya Guohui Chen. Ia lahir di Fujian, 25 Maret 1977. Alamatnya Jl. Selamet Perumahan Rancabali, RT 002/RW 004, Kelurahan Muka, Kecamatan Cianjur. Dia dinyata beragama Kristen, dengan status pernikahannya menikah. Namun, jelas disebutkan bahwa kewarganegaraannya China.

Perbedaannya, terletak pada kolom kewarganegaraan dan masa berlaku yang tidak seumur hidup. Di kolom alamat, diketahui TKA tersebut tinggal di Kelurahan Muka, Kecamatan Cianjur. Identitas mirip e-KTP itu diterbitkan oleh Pemerintah Kabupaten Cianjur.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis