Rhoma Irama Ceramah di Temanggung, Ajak Cegah DPR Diduduki Orang Munafik

Rhoma Irama pada tablig akbar di Lapangan Maron, Sidorejo, Temanggung, Jateng, Selasa (26/2 - 2019). (Antara/Heru Suyitno)
27 Februari 2019 06:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, TEMANGGUNG —  Raja dangdut yang juga dedengkot Partai Idaman Rhoma Irama meminta umat Islam berperan aktif dalam pemungutan suara Pemilihan Umum (Pemilu) 17 April mendatang. Tidak memilih, katanya, hanya akan merugikan diri sendiri.

"Saya menyeru kepada umat Islam jangan sampai golput. Umat beriman dan orang baik jangan golput! Karena kalau orang beriman dan orang yang baik golput, maka kursi-kursi DPR akan diduduki oleh orang-orang munafik," katanya saat tampil pada Tabligh Akbar Bersama H. Rhoma Irama di Lapangan Maron, Sidorejo, Temanggung, Jawa Tengah, Selasa (26/2/2019).

Padahal, katanya rakyat Indonesia harus mentaati undang-undang, suka tidak suka, mau tidak mau undang-undang itu dibuat oleh para anggota DPR. Karena itulah, ia juga meminta para peserta tablig akbar tersebut agar jangan ada yang transaksional dalam pemungutan suara pemilu nanti.

"Sudah ada yang ngasih sembako belum? Sudah ada yang ngasih amplop belum?" tanyanya.

Ia lalu mengingatkan barang siapa memilih seseorang berdasarkan pemberian tanpa menilai kompetensi orang itu, maka hal itu merupakan proses suap-menyuap. "Artinya membenarkan yang salah. Karena ada pemberian, maka ada yang tidak benar. Kita benarkan! Yang salah kita benarkan! Itu adalah suap-menyuap!” ajaknya.

Diingatkannya kemudian tentang berapa banyak pejabat yang masuk penjara karena suap-menyuap semacam itu. “Kenapa masuk penjara? Karena merugikan negara! Orang yang menyuap dan orang yang disuap dua-duanya masuk neraka, kalau di dunia masuk penjara," ujarnya.

Ia lalu menuturkan beda pilihan tidak perlu menyebaaabkan warga bermusuhan. Sebaliknya, tetap harus bergandengan tangan. "Cukup Allah yang akan menghakimi kebenaran dan kesalahan kita. Kita tidak berhak antipati terhadap pilihan orang lain," katanya.

Ia mengatakan dalam perbedaan mari berbeda pilihan, mari berbeda warna. tetapi tetap menjaga ukuwah islamiyah, menjaga kerukunan antarumat beragama, menjaga persatuan dan kesatuan nasional,  sehingga pemilu yang bermartabat, damai, dan aman bisa tercapai. 

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara