Pengusaha Truk Semarang Tak Diuntungkan Tol Trans Jawa, Ini Sebabnya...

Truk tangki melintasi ruas jalan tol Salatiga-Boyolali di Banyudono, Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (5/6 - 2018). (Antara/Aloysius Jarot Nugroho)
28 Februari 2019 11:50 WIB Alif Nazzala Rizqi Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG —Tarif yang terlalu mahal membuat keberadaan jalan tol Trans Jawa yang diresmikan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu tak menguntungkan bagi pengusaha jasa angkutan truk di Kota Semarang.

Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Cabang Tanjung Emas Semarang Supriyono menegaskan tarif jalan tol yang terbilang mahal membuat banyak pengemudi truk yang lebih memilih melintasi jalur jalan nasional. "Kami rasa tarif jalan tol cukup mahal. Jadi kebanyakan supir truk lebih tertarik menggunakan jalan nasional ketimbang melalui jalan tol," kata Supriyono, Rabu (27/2/2019).

Diakuinyauntuk beberapa ruas jalan tol di Jateng—seperti Solo menuju ke Sragen—para pengemudi truk lebih memilih tol. Hal ini karena melalui jalan tol lebih efisien dibandingkan melalui jalan nasional. "Para pengemudi truk untuk beberapa ruas seperti Solo-Sragen lebih memilih jalan tol karena jauh lebih efisien jika dibandingkan lewat jalan nasional," ujarnya.

Karena itulah Supriyono meminta pemerintah mengkaji ulang tarif tol sehingga bisa lebih murah. Dia kembali mengemukakan keinginan Aptrindo agar pemerinta memberlakukan diskon khusus untuk pengemudi truk yang melalui jalan tol Trans Jawa. "Dari para pengusaha jasa angkutan truk meminta agar pemerintah mengkaji ulang tarif yang ditetapkan. Kami ingin khusus untuk truk mendapatkan diskon agar tidak memberatkan pengusaha," katanya.

Supriyono berharap keberadaan jalan tol Trans Jawa bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat. Karena itu, tegasnya, pemerintah mestinya mengkaji ulang tarif yang telah ditetapkan untuk melintas di jalur jalan bebas hambatan itu.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis