Rembang Panen Raya Jagung, Petani Memohon Pemerintah Tak Impor Lagi

Panen jagung di Desa Tegaldowo, Kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. (Bisnis/Istimewa)
28 Februari 2019 21:50 WIB Alif Nazzala Rizqi Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Petani Jagung di Desa Tegaldowo Kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang berharap agar pemerintah tidak melakukan impor jagung kembali. Pasalnya ,saat ini petani di wilayah tersebut tengah melakukan panen raya. 

Ketua Kelompok Tani Desa Tegaldowo, Nyono, mengatakan pemerintah mestinya tidak lagi mengimpor jagung sehingga harga jual jagung produksi petani lokal bisa naik. Jenis jagung yang dipanen kali ini, terang dia, adalah jagung Bisi 18.

Luas lahan jagung miliknya sendiri, menurutnya mencapai 2,5 ha dengan produksi 8 ton/ha. "Ini luas perkebunan 2,5 ha dengan jagung jenis Bisi 18, berasal dari bantuan pemerintah dan swadaya petani. Ini harga jualnya Rp2.200. Harapan kami, pemerintah tidak mengimpor jagung agar harga jual bisa naik," ujar Nyono melalui keterangan tertulis yang diterima Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI) di Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (28/2/2019).

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Kabupaten Rembang, Suratmin, menyatakan dukungan permintaan petani agar pemerintah tidak lagi mengimpor jagung. Rembang, tegasnya, siap mendukung program pemerintah terkait swasembada jagung sehingga mestinya tak ada lagi alasan Indonesia mengimpor jagung.

Rembang, sambungnya, saat ini sedang memasuki musim panen jagung, khusus di Desa Tegaldowo yang memiliki 1.000 ha tanaman jagung . Sementara itu, luas lahan tanaman jagung di Kabupaten Rembang saat ini mencapai 18.000 hektare.

“Total lahan jagung mulai Oktober 2018 sampai Februari 2019 ini mencapai 18.000 ha. Dan yang sudah panen 5.000 ha, harga jualnya Rp2.200 pipil kering panen memang mengalami penurunan dulu sempat Rp2500 dan Rp3000," ujarnya. 

Dalam satu tahun, ia berharap luas tanaman jagung di Rembang mencapai 25.000 ha. Ia berharap pemerintah pusat bisa memperhatikan penurunan harga jual jagung sehingga petani bisa merasakan untung yang lebih besar.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis