Ditutup sejak Januari, Jalur Pendakian Gunung Slamet Dibuka Lagi

Suasana Pos Bambangan di Desa Kutabawa, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. (Antara/Dinporapar Purbalingga)
28 Februari 2019 23:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, PURBALINGGA — Jalur pendakian ke puncak Gunung Slamet khususnya yang melalui Pos Bambangan, Desa Kutabawa, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah sempat ditutup sejak 10 Januari 2019. Jalur pendakian itu akan dibuka kembali pada awal bulan Maret 2019.

"Pendakian Gunung Slamet akan dibuka kembali mulai tanggal 2 Maret 2019," kata Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Purbalingga, Prayitno, di Purbalingga, Jawa Tengah, Kamis (28/2/2019).

Dia mengatakan jalur tersebut sebelumnya ditutup karena kondisi cuaca yang tidak menentu dan juga ada pembenahan jalur pendakian. "Pada saat ini, jalur sudah relatif pulih, sebelumnya becek dan licin. Cuaca juga sudah mulai membaik," katanya.

Selain itu, kata dia, vegetasi yang semula terinjak-injak pada saat ini juga sudah mulai tumbuh kembali. "Para pendaki juga sudah mulai kangen untuk menuju puncak gunung," katanya. Atas dasar tersebut, kata dia, pihaknya kembali membuka jalur pendakian ke Puncak Gunung

Slamet. Sebelumnya, penutupan jalur pendakian Gunung Slamet tersebut diberlakukan sejak 10 Januari 2019. Di samping memperhatikan kondisi cuaca yang sering berubah-ubah, penutupan dilakukan dengan pertimbangan untuk pemulihan ekosistem sepanjang jalur pendakian dalam upaya menjaga keanekaragaman tumbuhan dan satwa beserta ekosistemnya.

Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Purbalingga menilai pascamusim pendakian sejak bulan Agustus 2018 hingga musim pendakian bulan Desember 2018, jalur menuju puncak Gunung Slamet terlihat rusak.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Purbalingga Yanuar Abidin sebelumnya juga mengatakan selama penutupan, pihaknya bersama tim search and rescue (SAR) serta warga setempat yang terlibat sebagai pegiat wisata pendakian ikut membenahi jalur pendakian. Lebih lanjut, dia juga mengatakan pihaknya lebih mengutamakan keselamatan pendaki daripada pendapatan dari retribusi pendakian sehingga penutupan jalur sempat diberlakukan.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara