Besok, Hujan Ringan Diprakirakan Merata di Jateng

Petugas Stasiun Geofisika Banjarnegara (BMKG Banjarnegara) mendiskusikan data cuaca. (Antara/Wuryanti Puspitasari)
28 Februari 2019 22:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, BANJARNEGARA — Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah Provinsi Jawa Tengah akan mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sedang, Jumat (1/3/2019) pagi besok.

"Hujan ringan hampir merata di seluruh wilayah di Jawa Tengah pada Jumat," ungkap Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara (BMKG Banjarnegara) Setyoajie Prayoedhi di Banjarnegara, Jawa Tengah, Kamis (28/2/2019).

Dia menyebutkan Cilacap, Purwokerto, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Purworejo dan wilayah lainnya di Jawa Tengah berpotensi mengalami hujan ringan hingga sedang pada Jumat pagi. "Sragen, Purwodadi, Blora, Rembang, Pati, Kudus, Jepara, Demak juga berpotensi mengalami hujan ringan hingga sedang," katanya.

Tegal, Bumiayu, Majenang, Ambarawa, Pekalongan, Semarang, Salatiga juga berpotensi hujan. Dia menambahkan potensi hujan di wilayah Jawa Tengah bagian timur, sebagian jalur pantai utara (pantura), maupun pesisir selatan Jawa Tengah juga berlangsung hingga Jumat sore.

Musim penghujan, terangnya, masih akan berlangsung hingga bulan Mei 2019 dan setelah itu memasuki musim peralihan atau pancaroba. Memasuki musim peralihan nanti, kata dia, intensitas curah hujan di wilayah tersebut akan mengalami penurunan apabila dibandingkan saat ini.

Kendati demikian, imbuhnya, masih ada potensi cuaca ekstrem pada saat musim peralihan nanti sehingga masyarakat masih tetap harus meningkatkan kewaspadaan. Terkait hal tersebut BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak lanjutan yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang dan juga jalan licin.

Sebelumnya, BMKG mengingatkan bahwa curah hujan di Jawa Tengah meningkat pada akhir bulan Februari 2019. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain adanya sirkulasi siklonik di sekitar wilayah Sumatra dan sirkulasi tertutup di Kalimantan Barat dan Selat Makassar yang membentuk belokan dan pertemuan angin yang menyebabkan massa udara akan cenderung terkonsentrasi di wilayah tersebut.

Selain itu, kondisi udara yang relatif lebih lembap juga mendukung pertumbuhan awan-awan hujan. Selanjutnya, aktivitas sirkulasi ini akan menurun dan digantikan dengan area pertemuan atau belokan angin yang memanjang dari wilayah Sumatra hingga Jawa yang terbentuk karena sirkulasi siklonik di wilayah Australia bagian utara.

Area pertemuan atau belokan angin ini juga akan mendukung pertumbuhan awan-awan hujan.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara