UKSW Salatiga Jadi Tempat Pembelajaran Mahasiswa Jepang

Mahasiswa asal Jepang belajar gamelan di Kampus UKSW Salatiga, Jawa Tengah, Rabu (27/2 - 2019). (Semarangpos.com/Humas UKSW)
01 Maret 2019 06:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga menjadi tempat pembelajaran bagi 10 mahasiswa asal Keio University Jepang. Para mahasiswa asing itu berada di kampus UKSW untuk mengikuti Program Intensif Belajar Bahasa dan Budaya Indonesia (PIBBI) yang diselenggarakan Language Training Center (LTC) UKSW.

Direktur LTC UKSW, Johanna Marselina Likumahuwa, mengatakan peserta PIBBI dar Keio University berada di Kampus UKSW hingga 4 Maret mendatang. Selama dua pekan mengikuti program dari LTC UKSW itu, para mahasiswa Jepang itu lebih banyak bersosialisasi dengan civitas academica UKSW dan masyarakat Salatiga.

Salah satunya, yakni dengan mengikuti perkuliahan dengan mahasiswa UKSW pada mata kuliah bahasa Jepang, serta berkunjung ke pasar-pasar tradisional/

Selain itu, mereka juga akan mengikuti beberapa kelas yang mengajarkan bahasa dan budaya Indonesia, seperti kesenian gamelan, dan lain-lain.

“Untuk tempat tinggal selama di Salatiga mereka berada di homestay. Total ada lima homestay yang kami sediakan, sementara untuk transportasi menuju ke kampus mereka lebih banyak berjalan kaki dan menggunakan transportasi umum,” terang Johanna dalam keterangan resmi yang diterima Semarangpos.com, Rabu (27/2/2019).

Sedikit berbeda dari tujuan penyelenggaraan PIBBI Keio sebelumnya, Johanna ingin mahasiswa baik dari Jepang maupun Indonesia dapat lebih menghargai budaya dan karya negaranya masing-masing. Pihaknya juga berharap kedepan mahasiswa UKSW dapat melirik negara-negara di Asia seperti Jepang atau Taiwan yang juga memiliki kualitas pendidikan sangat baik sebagai pilihan tempat studi.

Mahasiswa asal Jepang tengah mencoba baju adat Indonesia di Kampus UKSW Salatiga, Rabu (27/2/2019). (Semarangpos.com-Humas UKSW)

Sementara itu, Pembantu Rektor IV Bidang Kerjasama Kelembagaan dan Internasionalisasi UKSW, Joseph Ernest Mambu, mengapresiasi positif kegiatan yang telah terselenggara selama enam belas kali ini. Menurutnya kegiatan ini baik agar mahasiswa dapat saling bertukar pengetahuan salah satunya mengenai bahasa dan kebudayaan dari masing-masing negara.

Ditemui di sela-sela kegiatan, salah satu mahasiswa asal Jepang, Akiho, mengaku senang bisa berkunjung ke Indonesia. Menurut penyuka makanan pedas ini dirinya sangat terkesan dengan keramahan civitas academica UKSW.

 “Senang bisa bertukar informasi dengan mahasiswa di UKSW. Mereka ramah dan banyak memberikan informasi pada saya yang baru pertama kali ke Indonesia. Dari cerita mereka banyak tempat yang ingin saya kunjungi,” tutur Akiho. 

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya