Tata Kelola Kearsipan Jateng Dianggap Terbaik se-Indonesia

Pemprov Jateng menerima penghargaan atas pengawasan kearsipan dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) di Padang, Sumatra Barat, Rabu (27/2 - 2019). (Semarangpos.com/Humas Pemprov Jateng)
01 Maret 2019 22:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, PADANG — Tata kelola kearsipan dan perpustakaan Provinsi Jawa Tengah (Jateng) dianggap sebagai yang terbaik se-Indonesia. Apresiasi ini diberikan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANR) dalam Rapat Koordinasi Evaluasi Hasil Pengawasan Kearsipan 2019 di Padang, Sumatra Barat, Rabu (27/2/2019).

ANRI menilai Provinsi Jateng menjadi provinsi terbaik di Indonesia dalam pengawasan kearsipan. Jateng dianggap berhasil dalam melakukan pengawasan kearsipan, meliputi kelayakan dan mutu penyelenggaraan kearsipan oleh unit kearsipan, lembaga kearsipan, serta lembaga penyelenggara jasa dan diklat kearsipan sesuai prinsip, standar, dan kaidah kearsipan yang ditetapkan dalam Keputusan dan Sertifikat Akreditasi Kearsipan oleh ANRI.

Selain Jateng, penghargaan dari ANRI juga diberikan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Jabar meraih predikat terbaik kedua dalam pengawasan kearsipan, disusul Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di urutan ketiga.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Jateng, Prijo Anggoro mengatakan, penghargaan tersebut merupakan wujud kerja keras semua pihak. Pihaknya mengaku bangga dengan predikat itu, karena Jateng menjadi satu-satunya provinsi yang berpredikat sangat baik.

"Tentu ini sangat membanggakan bagi Jawa Tengah karena Jateng menjadi terbaik nasional. Ini akan lebih memotivasi kami dalam menata arsip karena ternyata arsip ini sangat penting dan menjadi salah satu faktor suksesnya pembangunan," kata Prijo dalam keterangan resmi yang diterima Semarangpos.com, Kamis (28/2/2019).

Diraihnya predikat tersebut lanjut Prijo tidak lepas dari inovasi yang dilakukan. Selain fokus pada kearsipan SMA/SMK, pihaknya lanjut Prijo juga fokus dalam menata arsip-arsip dari instansi terkait, khususnya organisasi perangkat daerah (OPD).

"Kami juga memberikan pendampingan dan pembinaan di seluruh kabupaten/kota untuk pengawasan kearsipan ini. Kebutuhan sarana prasarana penunjang serta sumber daya manusia juga kami tingaktkan," terangnya.

Program digitalisasi arsip, lanjut Prijo, saat ini juga sedang dikebut. Harapannya, dengan program digitalisasi itu, maka arsip di Jateng akan semakin tertata rapi.

"Ke depan kami akan terus tingkatkan inovasi dalam rangka pengawasan arsip ini. Kami akan berusaha mempertahankan prestasi ini dan membuat semakin baik di tahun depan," tutupnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya