Lembaga Riset Australia Prediksi Jokowi Tak Akan Sapu Bersih Suara di Jateng

Petugas sortir dan lipat surat suara menunjukan surat suara Pilpres 2019 di Gudang Logistik KPU Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa(19/2 - 2019). (Antara/Adeng Bustomi)
02 Maret 2019 16:50 WIB Saeno Semarang Share :

Semarangpos.com, JAKARTA — Lembaga riset asal Australia, Roy Morgan Research, memprediksikan pasangan  calon nomor urut 01 pada Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019, Joko Widodo dan Ma'ruf Amin tidak akan berhasil menyapu bersih suara dukungan di Jawa Tengah.

"Dukungan untuk Jokowi secara mengejutkan tidak mendominasi di provinsi asalnya, di Jawa Tengah." ujar Roy Morgan dalam pengantar hasil jajak pendapatnya tentang Pilpres 2019 di Indonesia yang disampaikan di Jakarta, Jumat (1/3/2019).

Meski demikian, imbuhnya, dukungan untuk Jokowi masih mayoritas. Angkanya jauh meninggalkan jumlah suara yang mendukung Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno selaku pasangan calon nomor urut 02 dalam Pilpres 2019.

Jokowi diprediksi meraih hampir tiga perempat dukungan. Perinciannya, Jokowi-Amin bakal meraup 74,5%,  sedangkan sisa yang 25,5% diperoleh Prabowo-Sandi.

Dukungan untuk Jokowi-Ma'ruf juga sangat kuat di provinsi tetangga, yakni Jawa Timur dan Bali. Jokowi-Ma'ruf diprediksi mampu meraup 73% suara dukungan, sedangkan Prabowo-Sandi 27% saja.

 "Jokowi juga menikmati dukungan kuat di provinsi-provinsi utara Sumatra yang lebih terpencil, yakni Jokowi 74%, Prabowo 26%, dan di Pulau Sulawesi: Jokowi 62,5%, Prabowo 37,5%," papar lembaga survei tersebut.

Sementara itu, dukungan untuk Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno terkonsentrasi di provinsi asal mereka, Jawa Barat dan ibu kota Jakarta. Prabowo-Sandi memimpin perolehan 57% dukungan suara. Lebih dominan dibandingkan Jokowi-Ma'ruf yang 43%.

Prabowo juga menang di provinsi-provinsi Sumatra Selatan dengan pembagian Prabowo-Sandi 54,5% dan Jokowi-Ma'ruf 45,5%. Sedangkan di Kalimantan, dukungan suara Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi terpaut tipis. Jokowi-Ma'ruf diprediksi memperoleh 54%, sedangkan Prabowo-Sandi 46%.

Roy Morgan Research mengungkapkan bahwa peluang Jokowi untuk melaju dan kembali memimpin Indonesia cukup terbuka. Lembaga riset yang berkantor pusat di Melbourne namum memiliki kantor perwakilan di Indonesia, Amerika Serikat dan Inggris itu, menyebutkan bahwa Jokowi memiliki dukungan besar di kalangan pedesaan, sementara pesaingnya, yakni Prabowo Subianto memiliki popularitas di kalangan mayarakat kota.

Dalam siaran pers, dengan seri Temuan bernomor 7.907, tanggal 1 Maret 2019 di laman roymorgan.com disebutkan bahwa Jokowi diperkirakan akan menjani pemilihan presiden dengan lebih leluasa. “Jokowi mendapat dukungan dari 58% pemilih Indonesia pada bulan Januari, naik 5% dari Pemilu Presiden Indonesia 2014, dan jauh di depan lawannya Prabowo Subianto pada 42%, turun 5%,” papar lembaga riset dan analisis pasar yang berkarya sejak 1941 itu.

Hal itu terungkap dari hasil jajak pendapat terbaru Roy Morgan Research terkait Pilpres 2019 di Indonesia. Jajak pendapat dilakukan pada Januari 2019 dengan 1.039 pemilih Indonesia berusia 17 ke atas.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : roymorgan.com