Jasad Pemuda Lemah Mental Hanyut 20 Km Hingga Sungai Serayu

Tim SAR mengevakuasi jasad Kuatno yang ditemukan di Sungai Serayu, Desa Papringan, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin (4/3 - 2019) siang. (Antara/Tagana Banyumas)
04 Maret 2019 22:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, PURWOKERTO — Tim search and rescue (SAR) , Senin (4/3/2019), mengevakuasi jasad Kuatno, 19, pemuda lemah mental yang dilaporkan tenggelam di Sungai Bener, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Jasad pemuda itu hanyut 20 km dari lokasi awal pencarian tim SAR dan ditemukan oleh warga yang sedang menambang pasir.

"Jenazah Kuatno ditemukan pada pukul 13.30 WIB di Sungai Serayu, Grumbul Majingklak, Desa Papringan, Kecamatan Banyumas, yang berjarak sekitar 20 km dari lokasi kejadian," kata Koordinator Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Banyumas Ady Candra di Banyumas, Jawa Tengah.

Ia mengakui jasad pemuda malang itu bukan ditemukan oleh tim SAR. Jenazah Kuatno kali pertama justru ditemukan oleh dua penambang pasir asal Desa Papringan, yakni Tobingin, 36, dan Mi'roj, 33.

Saat itu, Tobingin dan Mi'roj yang sedang menambang pasir di tepi Sungai Serayu melihat punggung manusia yang mengambang di tengah sungai. Kedua penambang pasir tersebut selanjutnya menarik mayat itu ke tepi Sungai Serayu dan mengubungi perangkat desa setempat yang ditindaklanjuti dengan laporan ke Mapolsek Banyumas.

Aparat Polsek Banyumas bersama tim SAR dan petugas medis dari Puskesmas Banyumas yang tiba di lokasi penemuan segera memeriksa mayat yang diduga sebagai Kuatno yang hilang di Sungai Bener. Berdasarkan hasil pemeriksaan, tim medis tidak menemukan tanda-tanda penganiayaan sehingga disimpulkan bahwa jenazah tersebut murni sebagai korban tenggelam.

"Sementara itu keluarga Kuatno yang turut mendatangi lokasi penemuan, memastikan jika jenazah tersebut adalah Kuatno. Oleh karena itu, jenazah Kuatno segera dibawa ke rumah duka, Desa Wiradadi RT 002/RW 002, Kecamatan Sokaraja, Banyumas dengan menggunakan ambulans TRC IKB RAPI," kata Ady.

Lebih lanjut, dia mengatakan dengan ditemukannya jenazah Kuatno, operasi SAR untuk mencari korban tenggelam di Sungai Bener telah berakhir dan seluruh personel yang terlibat sudah kembali ke pangkalan masing-masing. Menurut dia, operasi SAR tersebut melibatkan personel Basarnas Pos SAR Cilacap, BPBD Kabupaten Banyumas, Tagana Kabupaten Banyumas, Pramuka Peduli Kwarcab Banyumas, MDMC, Koramil Sokaraja, Ubaloka Kwarcab Banyumas, KSB Sumbang, TRC IKB RAPI Banyumas, Purwokerto Rescue, SAR Banyumas, RAPI Purbalingga, SAR SERI, Ubaloka Kwarcab Purbalingga, SAR Purbalingga, Polsek Banyumas, Puskesmas Banyumas, dan perangkat desa setempat.

Seperti diwartakan, Kuatno yang memiliki keterbatasan mental diduga terpeleset dan tenggelam di Sungai Bener saat buang air besar pada hari Minggu (3/3/2019) sekitar pukul 01.30 WIB dan baru diketahui sekitar pukul 03.00 WIB saat keluarga mengetahui jika korban tidak berada di dalam kamarnya. Dugaan tersebut muncul informasi dari keluarga, korban memiliki kebiasaan buang air besar di Sungai Bener yang berada di belakang rumahnya setiap pukul 01.30 WIB tanpa memberi tahu keluarga. Selain itu, keluarga juga menemukan celana Kuatno tergeletak di dapur seperti biasa yang dilakukan korban setiap hendak buang air besar di Sungai Bener.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara