Begini Upaya DP3A Kota Semarang Wujudkan Kota Layak Anak…

Kepala DP3A Kota Semarang, F.X. Bambang Suranggono, menghadiri acara Pelatihan Konvensi Hak Anak (KHA) 2019 di Hotel Grasia, Kota Semarang, Senin (4/3 - 2019). (Semarangpos.com/Imam Yuda S.)
05 Maret 2019 10:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Semarang menggelar pelatihan konvensi hak anak. Pelatihan yang diikuti 60 peserta dari gugus tugas kecamatan dan gugus tugas kelurahan itu digelar di Hotel Grasia, Kota Semarang, Senin-Selasa (4-5/3/2019).

“Pelatihan konvensi hak anak ini diharapkan bisa memberikan bekal kepada seluruh gugus tugas kecamatan maupun kelurahan layak anak yang sudah dibentuk dalam mengembangkan dan meningkatkan program pemenuhan hak anak di wilayahnya,” ujar Kepala DP3A Kota Semarang, F.X. Bambang Suranggono, dalam keterangan resmi yang diterima Semarangpos.com, Senin.

Bambang menambahkan keberhasilan suatu kota dalam mewujudkan kota layak anak tak bisa dilepas dari peran kecamatan dan kelurahan di wilayahnya. Oleh karena itu, ia berharap dukungan dan partisipasi dari warga di tingkat kecamatan dan kelurahan dalam mewujudkannya, termasuk dengan membentuk forum anak di setiap kelurahan untuk mewujudkan partisipasi anak.

Sebagai kota layak anak, lanjut Bambang Semarang harus memiliki sistem pembangunan berbasis hak anak melalui pengintegrasian komitmen dan sumber daya pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha, yang terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan dalam kebijakan, program maupun kegiatannya.

Menurut Bambang, Pemkot Semarang sudah banyak mengembangkan dan meningkatkan program pemenuhan hak anak dari semua cluster yang terdapat dalam konvensi hak anak, mulai dari pemenuhan hak sipil kemerdekaan anak yang diwujudkan dengan pemenuhan akta kelahiran hingga 85% maupun peluncuran UHC yang merupakan pemenuhan hak atas kesehatan, pembangunan taman, hingga sekolah yang ramah anak.

“Pada 2019 juga sudah dibentuk gugus tugas kecamatan layak anak di 16 kecamatan dan 38 gugus tugas di tingkat kelurahan. Mereka lah yang berpartisipasi dalam mengawasi dan mendorong pemenuhan hak anak di level kelurahan,” imbuh Bambang.

Selain Bambang, pelatihan konvensi hak anak ini juga turut dihadiri beberapa narasumber, seperti anggota Komisi D DPRD Kota Semarang, Dyah Ratna Harimurti, Kepala Bidang Pengendalian Penduduk (Dalduk) DP3A Kota Semarang, Ardian Agil Waskito, serta perwakilan Yayasan Anantaka, Tsaniatus Solihah.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya