Running Text Puskesmas Srondol Semarang Diretas, Isinya Ajakan Pilih Capres 02

Ilustrasi running text Puskesmas Srondol, Semarang, yang diretas untuk memilih paslon nomor urut 02. (Instagram portalsemarang)
05 Maret 2019 06:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Fasilitas LED running text di Puskesmas Srondol, Kota Semarang, diretas oleh orang yang tidak dikenal. Layar LED yang biasanya menampilkan pesan kesehatan maupun program puskesmas tersebut diganti tulisan yang berisi ajakan memilih pasangan calon (paslon) nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, pada Pilpres 2019.

Peristiwa itu awalnya diketahui melalui unggahan akun @portalsemarang di Instagram, Senin (4/3/2019) pagi. Tampak potongan video berdurasi sekitar 10 detik itu menampilkan layar running text Puskesmas Srondol yang telah diretas.

Dalam unggahan itu rekaman video sudah disensor maupun diedit. Meski demikian, informasi yang diperoleh Semarangpos.com, video itu berisi rekaman tulisan pada layar yang berbunyi, ‘Hacked by: Sir.Kz0L|-L4EFY-| Ha Ha in Your System :v Pilih No. 2 PRABOWO SUBIANTO-SANDIAGA UNO

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Semarang, Widoyono, membenarkan peristiwa diretasnya layar running text Puskesmas Srondol untuk kepentingan politik itu. Ia bahkan menyebut kejadian tersebut berlangsung pada Senin pagi sekitar pukul 09.00 WIB.

“Kepala Puskesma katanya saat itu lagi rapat internal. Terus dia dapat laporan, ada keramaian di depan. Ternyata laporan soal itu [running text yang diretas],” ujar Widoyono kepada wartawan di Semarang, Senin.

Informasi yang diperoleh Semarangpos.com, running text itu kemudian dimatikan sekitar pukul 09.15 WIB. Layar LED yang menampilkan running text itu kemudian dicopot untuk dilakukan perbaikan sekitar pukul 13.00 WIB.

Widoyono mengatakan saat ini pihaknya tengah menyelidiki peristiwa tersebut. Salah satu upaya yakni melalui kamera closed circuit television (cctv) yang terpasang di sekitar lokasi.

“Kami mau lihat dari CCTV. Apakah ada kesengajaan, maksudnya di situ atau dari mana kan kita bisa cari informasi,” imbuhnya.

Selain itu, Widoyono mengatakan, bahwa saat ini pihaknya sedang melakukan koordinasi tingkat internal. Membahas, apakah peristiwa ini perlu dilaporkan ke pihak berwenang atau tidak.

“Kami enggak suka dengan keadaan seperti ini. Enggak nyaman. Sementara kita matikan dulu [LED running text]. Belum tahu mau dihidupkan kapan lagi,” terangnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya