Tiba di Semarang, Peserta Jelajah Trans Jawa 900 Km Disuguhi Sayur Khas Ungaran

Peserta Jelajah Trans Jawa 900 Km berfoto di area persawahan Kecamatan Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Selasa (5/3 - 2019). (Semarangpos.com/Panitia Jelajah Trans Jawa 900 Km)
06 Maret 2019 08:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, UNGARAN — Sebanyak 50 pesepeda peserta Jelajah Trans Jawa 900 Km tiba di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Selasa (5/3/2019) siang. Mereka tiba setelah menempuh jarak hampir 400 km dari Surabaya.

Selama di Kabupaten Semarang, 50 pesepeda dari berbagai komunitas itu singgah di dua desa di Kecamatan Ungaran, yakni Desa Lerep dan Desa Kalisidi.

Saat tiba di Desa Lerep, para peserta langsung diajak berkeliling melihat embung yang dikelola dengan dana desa. Embung yang juga digunakan untuk mengairi pertanian warga itu disulap jadi tempat wisata danau yang indah tepat di kaki Gunung Ungaran.

"Jadi pengelolaan wisatanya menggunakan dana desa. Kita kelola melibatkan warga," kata Kepala Desa lerep,  Sumariyadi, dalam keterangan resmi yang diterima Semarangpos.com, Selasa.

Sumariyadi menyebut dana desa sangat berperan di desanya. Dana desa digunakan untuk membangun infrastruktur seperti jalan dan irigasi. Pihaknya bahkan berencana membuat perkebunan durian yang juga dikelola langsung oleh warga.

Selain mengunjungi Desa Lerep, para peserta juga mampir ke Desa Kalisidi yang bersebelahan tepat dengan Desa Lerep. Di desa paling ujung di Ungaran itu peserta dibuat kagum sistem pengairan yang bersumber langsung dari mata air gunung dan disalurkan ke rumah warga dengan sangat rapi.

Tak hanya itu, para peserta juga diajak menyantab makanan di Griya Dahar Sinongko yang merupakan unit Bumdes Kalisidi. Di situ peserta mencicipi menu andalan berupa sayur daun kopi. Rasanya yang khas menuai pujian dari para peserta.

"Saya baru pertana kali ini makan. Ternyata enak juga daun kopi kalau dimasak," ucap salah satu peserta Kho Suhartono, 70, peserta asal Surabaya.

Koordinator kegiatan Jelajah Trans Jawa 900 Km, Hendra Dharmanto, mengatakan kegiatan bersepeda kali ini sengaja ingin melihat perkembangan infrastruktur di Pulau Jawa. Sebelumnya  para peserta juga sudah singgah di Desa Jiwan Madiun untuk melihat irigasi beton yang digunakan untuk mengairi sawah.

Jelajah Trans Jawa melibatkan 50 pesepeda dari berbagai daerah di Indonesia dengan rute Surabaya hingga Istana Negara, Jakarta. Sebelum sampai di garis finish para peserta diajak singgah ke desa-desa.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya