Jateng Jadi Pilot Project Nasional Pramuka Saka Milenial

Ganjar Pranowo dilantik sebagai Ketua Mabida Gerakan Pramuka Jateng, Selasa (5/3 - 2019). (Bisnis)
06 Maret 2019 16:50 WIB Alif Nazzala Rizqi Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Praja Muda Karana (Pramuka) memperkenalkan satuan karya baru, yakni Saka Milenial. Ketua Kwarnas Komjen Pol. (Pur.) Budi Waseso menunjuk Jawa Tengah sebagai pilot project nasional pembentukan saka yang membidangi program-program yang bersifat kekinian seperti Internet dan teknologi informasi lainnya tersebut.

Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Komjen Pol. (Pur.) Budi Waseso menurut Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI) di Semarang mengapresiasi langkah Kwarda Jawa Tengah membentuk saka anyar tersebut.  Menurutnya, pembentukan Saka Milenial tersebut sangat penting saat peredaran informasi menyesatkan sangat banyak di kalangan masyarakat.

"Ini bagus sekali, memang Gerakan Pramuka harus bisa mengikuti perkembangan zaman. Saka Milenial perlu dibangun karena sekarang memang dibutuhkan masyarakat dengan berbagai program-program yang kekinian," kata lelaki yang kerap disapa Buwas itu seusai Melantik Majelis Pembimbing Daerah (Mabida), Pengurus Kwartir Daerah (Kwarda), dan Dewan Kerja Daerah (DKD) Provinsi Jateng masa bhakti 2018-2023 di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Jateng, Selasa (5/3/2019).

Buwas mengatakan langkah progresif dan inovatif Jawa Tengah tersebut menjadi pilot project pembentukan Saka Milenial di seluruh wilayah Indonesia. "Jateng ini kan yang pertama, akan kami jadikan pilot project nasional. Hasilnya nanti akan kami jadikan bahan untuk penerapan di seluruh Indonesia," tegasnya.

Lebih lanjut Buwas yang saat ini menjabat juga sebagai Direktur Utama Bulog itu menambahkan Gerakan Pramuka saat ini memiliki tantangan untuk ikut berperan pembangunan negara. Melalui gerakan kepanduan itu, dirinya berharap berbagai persoalan masyarakat dapat diselesaikan.

"Mulai dari hal sederhana, menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan, mengurangi sampah plastik, ikut menanggulangi narkotika dan banyak kegiatan positif yang dapat dilakukan oleh anggota Pramuka," tambahnya.

Dia yakin pramuka Jawa Tengah akan semakin maju di bawah kepemimpinan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo sebagai ketua Mabida dan Siti Atikoh Ganjar Pranowo sebagai ketua Kwarda. "Ini sudah pas, di Jateng ini ketua Mabida dan ketua Kwardanya kompak sekali. Kalau ada permasalahan tidak bisa diselesaikan di lapangan, pasti bisa diselesaikan di rumah,"tuturnya

Sementara itu, gubernur Jawa Tengah sekaligus ketua Mabida Jateng, Ganjar Pranowo, mengatakan pembentukan Saka Milenial dilakukan sesuai usulan dari generasi muda. Mereka yang selama ini melihat banyak informasi hoaks terketuk hatinya untuk ikut bergerak.

"Jadi bukan top down, melainkan button up, yakni dari bawah ke atas. Saat itu saya bertemu anak-anak milenial ini dan mereka mengusulkan ingin membuat Saka Milenial. Karena programnya bagus, langsung saya setujui," tegasnya.

Saka Milenial, lanjut Ganjar, menjadi yang pertama di Indonesia. Keberadaan Saka Milenial tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya menyelamatkan masyarakat dari peredaran informasi menyesatkan.

"Nantinya mereka akan kami dorong untuk menyampaikan program-program kita, menyebarkan informasi positif sekaligus menjadi benteng informasi hoaks, ngawur, fitnah, dan menyesatkan," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis