Running Text Prabowo-Sandi, Bawaslu Kota Semarang Akan Panggil Kepala Puskesmas Srondol

Ilustrasi running text Puskesmas Srondol. (Instagram portalsemarang)
07 Maret 2019 06:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Semarang akan memanggil kepala Puskesmas Srondol terkait beredarnya running text berisi ajakan memilih pasangan calon (paslon) nomor urut 02 pada Pilpres 2019, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, di layar LED Puskesmas Srondol.

Kepala Puskesmas Srondol dipanggil untuk dimintai keterangan terkait peristiwa yang sempat viral di media sosial (medsos) tersebut. Selain kepala puskesmas, Bawaslu Kota Semarang juga akan meminta keterangan dari kepala teknisi yang memprogram tulisan yang tampil pada layar LED tersebut.

“Iya, benar. Kami akan panggil kepala puskesmas. Mereka kita panggil untuk memberikan klarifikasi terkait kejadian itu,” ujar Koordinator Divisi Penindakan dan Pelanggaran Bawaslu Kota Semarang, Naya Amin, kepada Semarangpos.com, Rabu (6/3/2019).

Bawaslu Kota Semarang berharap dengan mendapat keterangan dari dua pegawai puskesman itu, pihaknya bisa menyingkap kasus dibalik peretasan running text di Puskesmas Srondol. Ada dugaan running text itu diretas orang atau kelompok yang tak bertanggung jawab hingga menampilkan tulisan yang bersifat ajakan untuk memilih paslon nomor urut 02, Prabowo-Sandi.

“Mereka akan kami minta klarifikasi untuk mengetahui apakah munculnya running text itu disengaja atau tidak. Kita akan tunggu hasil kajian karena ini masuk kasus pelanggaran pemilu yang dilakukan di tempat fasilitas umum milik pemerintah,” imbuhnya.

Layar LED di Puskesmas Srondol yang biasanya menampilkan pesan kesehatan, pada Senin (4/3/2019) tiba-tiba berubah menjadi tulisan yang berbentuk ajakan untuk memilih paslon nomor urut 02 pada Pilpres 2019. Ada dugaan running text itu diretas oleh orang atau kelompok yang tak dikenal.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, mengaku sudah mendapat laporan atas peristiwa itu. Ia pun meyakinkan jika perbuatan itu bukan dilakukan oleh pegawai perpustakaan, melainkan orang iseng.

Meski demikian, wali kota yang akrab disapa Hendi itu enggan melaporkan kasus tersebut kepada pihak yang berwenang.

“Itu bagian dari kelalaian petugas puskesmas. Tapi, kalau sudah kebangetan masifnya dan terjadi di mana-mana, tentu akan kami laporkan,” tutur Hendi di sela kunjungan ke Kampung Tambaklorok, Selasa (5/3/2019).

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya