Orang Dekat Bupati Kendal Pengaruhi Proyek Mading Elektronik

Empat saksi diambil sumpah saat sidang kasus dugaan korupsi proyek mading elektronik di Kabupaten Kendal dalam sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (6/3 - 2019). (Antara/I.C. Senjaya)
07 Maret 2019 08:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang, Jawa Tengah, Rabu (6/3/2019), mengungkap peran orang dekat Bupati Kendal Mirna Annisa dalam proyek majalah dinding elektronik di sekolah-sekolah wilayah itu. Korupsi dalam proyek mading elektronik tahun 2016 tersebut diduga merugikan negara hingga Rp4,4 miliar.

Sidang kasus dugaan korupsi proyek mading elektronik Kabupaten Kendal itu menyeret mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kendal Muryono sebagai terdakwa. Panitera mengagendakan sidang Rabu kemarin untuk mendengarkan keterangan Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Kendal Joko Supratikno sebagai saksi.

Saat proyek mading elektronik dikerjakan pada 2016, Joko merupakan Ketua Tim Teknis proyek senilai Rp6 miliar tersebut. Ia menjelaskan mekanisme pengadaan dalam proyek tersebit mulai dari pengajuan yang diawali dengan studi banding hingga akhir selesai dikerjakan.

Menurut dia, studi banding proyek mading elektronik untuk 30 SMP di Kendal dilakukan ke Tasikmalaya. Pemilihan lokasi studi banding serta beberapa hal yang berkaitan dengan proyek tersebut didasarkan atas masukan Kepala SD Surokonto Kendal, Junaedi.

Joko menyebut Junaedi merupakan orang dekat Bupati Kendal Mirna Annisa. Namun, saksi tidak menjelaskan hubungan Junaedi dengan kepla daerah Kendal itu. "Pak Junaedi ini dekat dengan kekuasaan. Harapannya, di APBD perubahan proyek ini bisa dapat anggaran full," katanya dalam sidang yang dipimpin ketua majelis hakim Ari Widodo tersebut.

Dalam sejumlah kesempatan, kata dia, Junaedi selalu dilibatkan dalam pelaksanaan proyek meskipun tidak memiliki kaitan langsung dengan program Dinas Pendidikan tersebut. Hasilnya, lanjut dia, pengadaan proyek tersebut dibiayai maksimal oleh APBD Perubahan 2016.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara