Jaringan Internet Lemot, Penerbitan E-KTP 5 Kabupaten di Jateng Tersendat

Ilustrasi e/KTP (Solopos/Dok.)
07 Maret 2019 16:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Lemahnya jaringan Internet membuat proses penerbitan KTP elektronik (e-KTP) di lima kabupaten di Jawa Tengah (Jateng) tak bisa diselesaikan sesuai target. Kelima kabupaten itu, yakni Cilacap, Kabupaten Semarang, Karanganyar, Tegal, dan Klaten.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kependudukan, dan Catatan Sipil (Dispermadesdukcapil) Jateng, Sugeng Riyanto, mengatakan sesuai intruksi Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri proses penerbitan e-KTP seharusnya selesai per 28 Februari 2019 lalu.

“Namun ada beberapa daerah di Jateng yang belum bisa menuntaskan. Problemnya klasik, yakni masalah jaringan Internet yang lemot dan mesin printer yang kerap ngadat,” ujar Sugeng saat dijumpai Semarangpos.com di Kantor Dispermadesdukcapil Jateng, Jl. Menteri Supeno, Kota Semarang, Selasa (5/3/2019).

Sugeng menambahkan sebenarnya ada 8 daerah di Jateng yang proses penerbitannya terkendala sarana dan prasarana. Kedelapan kabupaten itu, yakni Brebes, Banyumas, Pemalang, Cilacap, Kabupaten Semarang, Karanganyar, Tegal, dan Klaten.

Namun tiga kabupaten di antaranya, yakni Brebes, Banyumas, dan Pemalang, proses penerbitan e-KTP sudah ditangani pemerintah pusat. Sedangkan, lima kabupaten lainnya di-handle masing-masing dinas terkait di wilayah tersebut.

“Maka itu, saat ini kami kejar tayang untuk menuntaskan perekaman data e-KTP di lima kabupaten itu. Kita sengkuyung bareng-bareng. Nanti kabupaten/kota yang sudah selesai bisa ikut bantu. Istilahnya gandeng ceneng. Biar proses penerbitannya segera tuntas,” ujar Sugeng.

Sugeng menyebutkan untuk ketersediaan blangko e-KTP saat ini sudah tidak ada masalah. Pihak Kemendagri, kata Sugeng, sudah menyiapkan blangko agar setiap saat bisa disalurkan jika dibutuhkan.

Hingga 4 Maret kemarin, lanjut Sugeng sudah 27 kabupaten/kota di Jaeng yang telah menuntaskan proses penerbitan e-KTP. Bahkan, dari 27,2 juta warga Jateng yang wajib mengantongi e-KTP hanya sekitar 201.000 jiwa yang e-KTP-nya belum tercepat.

“Kalau dipersentasekan hanya sekitar 0,81% yang e-KTP-nya belum tercetak. Harusnya ya per 28 Februari kemarin selesai. Tapi, karena ada kendala itu [jaringan dan mesin printer] jadi belum semuanya tuntas. Makanya, ini kita kebut,” imbuh mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jateng itu.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya