Pekalongan Gelar Kirab Budaya Kreatif di Awal Bulan

Rapat Sosialisasi Kirab Budaya HUT Ke-113 Kota Pekalongan di Ruang Jatayu Setda Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Sabtu (9/3 - 2019). (Antara/Diskominfo Kota Pekalongan)
10 Maret 2019 08:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, PEKALONGAN — Pemerintah Kota Pekalongan berencana menggelar Kirab Budaya Kreatif 2019 pada 1 April mendatang guna memeriahkan hari ulang tahun ke-113 Kota Pekalongan.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Dinparbudpora) Kota Pekalongan Ninik Murniasih mengatakan Kirab Budaya Kreatif 2019 tersebut akan melibatkan lembaga nonpemerintah dan masyarakat. "Kirab Budaya Kreatif yang dilaksanakan bertepatan dengan HUT ke-113 Kota Pekalongan. Adapun titik kegiatan kirab dimulai dari kantor eks-Bupati Pekalongan di Jl. Alun-Alun No.1 Pekalongan dan finis di kawasan Jl. Jetayu," katanya di Pekalongan, Jawa Tengah, Sabtu (9/3/2019).

Kirab Budaya Kreatif itu mengambil tema "Pahatkan Pesona Karya Sejahtera Mandiri Tergenggam Bersama Budaya". Peserta kirab seluruh elemen masyarakat, baik dari organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah kecamatan dan pemerintah kelurahan, sekolah, pemangku kepentingan, dan lembaga perbankan. "Kami juga mengundang sejumlah tamu undangan dari luar negeri dalam kegiatan kirab tersebut. Kami optimistis pergelaran Kirab Kreatif 2019 akan meriah," katanya.

Kirab Budaya Kreatif akan dimeriahkan, antara lain kirab gunungan, kirab musik kreatif, kirab kostum batik karnival, kesenian barongsai, rampak, dan reog. "Uniknya, pada kegiatan Kirab Budaya Kreatif, semua peserta akan memakai sarung batik. Tujuan pemakaian sarung barik itu adalah untuk memopulerkan kerajinan sarung Pekalongan dan memopulerkan makanan khas daerah, yaitu megono," katanya.

Ia berharap, kirab itu dapat merangkul semua lapisan masyarakat, tidak hanya dari pemerintah dan masyarakat, namun juga komunitas setempat untuk memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun daerah. "Kami berharap Hari Jadi Kota Pekalongan ini tidak hanya dimiliki pemerintah saja melainkan masyarakat, komunitas untuk ikut merasa memiliki daerah," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara