Impian Kudus Bikin Perpustakaan Terbuka Diungkapkan ke DPR

Bupati Kudus Muhammad Tamzil berbincang dengan Wakil Ketua Komisi X DPR Abdul Fikri Faqih di Command Center Pemkab Kudus, Jawa Tengah, Jumat (8/3 - 2019). (Antara/Istimewa)
10 Maret 2019 16:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, KUDUS — Pemerintah Kabupaten Kudus mengungkapkan mimpi membangun perpustakaan terbuka di kompleks sarana pendidikan mulai tingkat PAUD hingga perguruan tinggi diungkapkan ke kalangan DPR.

"Rencananya akan dibangun lima lantai di daerah Purwosari, Kecamatan Kota, Kudus," ungkap Bupati Kudus Muhammad Tamzil yang didampingi Wakil Bupati Kudus Hartopo saat menerima kunjungan Komisi X DPR RI di Command Center Pemkab Kudus, Jawa Tengah, Jumat (8/3/2019).

Oleh karena membutuhkan biaya besar, Pemkab Kudus akan mengajukan bantuan pembangunan perpustakaan terbuka itu ke pemerintah pusat. "Kami berharap usulan tersebut disetujui pemerintah pusat karena sejalan dengan program kami, yaitu menjadikan Kudus sebagai pusat pendidikan di pantura timur," ujarnya.

Ia mengungkapkan dukungan program pemerintah pusat dalam pengembangan perpustakaan sebagai sarana meningkatkan minat baca masyarakat Indonesia, karena buku merupakan jendela dunia. Kunjungan kerja spesifik bidang perpustakaan ke Kabupaten Kudus oleh Komisi X DPR tersebut juga didampingi Sekretaris Utama Perpustakaan Nasional Sri Sumekar dan pihak Dinas Arsip dan Perpustakaan Provinsi Jawa tengah.

Wakil Ketua Komisi X DPR Abdul Fikri Faqih mengatakan kunjungan itu dalam rangka menyamakan persepsi tentang perpustakaan antara semua pemangku kepentingan. Ia menambahkan kunjungan kerja kali ini dalam rangka mencerdaskan bangsa dengan budaya membaca.

"Perpustakaan merupakan sumber baca sebagai wahana belajar sepanjang hayat, sehingga akan kita galakkan demi mencerdaskan kehidupan bangsa," ujarnya

Dirinya juga menambahkan, berdasarkan studi Most Littered Nation In the World yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity pada 2016, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca. "Indonesia persis berada di bawah Thailand [59] dan di atas Bostwana [61]," ujarnya.

Sebagai tindak lanjut untuk meningkatkan minat membaca, tentunya dibutuhkan sarana dan prasarana penunjang. Untuk itu, dirinya beserta komisi X DPR terus berupaya mengumpulkan informasi dari segala pemangku kepentingan untuk memperoleh gambaran tentang UU Perpustakaan ke depan.

"Tujuan dari kunjungan kerja ini sebagai pengawasan dan kontrol pelaksanaan program minat baca masyarakat yang mengkhawatirkan di Indonesia, sehingga ke depan minat baca di Indonesia dapat meningkat," ujarnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

 

Sumber : Antara