Tawarkan Tiket Promo, Bus Trans Jawa Terisi 80%

Pekerja menguruk tepi jalan tol Trans Jawa ruas Ngawi-Kertosono yang sebelumnya terendam banjir, kini sudah normal kembali, di Desa Glonggong, Balerejo, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Jumat (8/3 - 2019). (Antara/Siswowidodo)
12 Maret 2019 06:50 WIB Yudi Supriyanto Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG —Perusahaan Otobus Putera Mulya Sejahtera yang diluncurkannya beberapa waktu lalu mencatat tingkat keterisian bus Trans Jawa setiap keberangkatan pagi rata-rata mencapai 80% saat ditawarkan tiket promo. Angka itu diharapkan akan tetap sama ketika masa pemberlakuan tarif promo berakhir.

Komisaris P.O. Putera Mulya Sejahtera Kurnia Lesani Adnan mengatakan peningkatan jumlah rata-rata tingkat keterisian bus tersebut mendorong pertumbuhan pendapatan perusahaan 1,5 kali lebih banyak. “Tingkat keterisian bus Trans Jawa mencapai 80% sampai saat ini,” kata Kurnia kepada Bisnis, Senin (11/3/2019).

Dia menjelaskan salah satu penyebab tingginya tingkat keterisian bus Trans Jawa adalah tarif promo yang diberikan perusahaan kepada konsumen. Saat ini, konsumen dapat menikmati tarif bus dari Jakarta-Semarang-Solo hanya Rp50.000.

Tarif promo tersebut, lanjutnya akan berakhir pada 15 Maret 2019. Perusahaan berharap, rata-rata tingkat keterisian bus tersebut masih sama ketika tarif bus kembali normal, yakni sekitar Rp190.000 per orang.

“Kalau bertanya harapan kami, kalau bisa tetap [tingkat keterisian bus]. Soalnya kan cicilan bus tidak berkurang,” katanya.

Sampai saat ini, dia menambahkan, perusahaan belum memiliki rencana untuk menambah armada bus yang beroperasi melalui tol Trans Jawa lantaran masih melihat kemungkinan rute baru yang akan dijalani dengan melalui tol Trans Jawa. Perusahaan, lanjutnya, baru melakukan percobaan mengoperasikan bus dengan lintas Purwantoro-Ciledug secara pulang dan pergi.

Sebelumnya, Kurnia yang juga ketua umum Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI), menuturkan, keberadaan tol trans jawa membuat rata-rata tingkat keterisian atau load factor bus Antarkota Antarprovinsi (AKAP) menjadi 60% pada low season.  Peningkatan keterisian bus AKAP dapat terjadi lantaran waktu tempuh yang diperlukan lebih pendek dengan melalui tol Trans Jawa.

“Untuk rata-rata bisa naik sekitar 30%. Kurang lebih [menjadi] 60% saat low seassons. Bisnis bus menjadi positif,” katanya.

Selain waktu tempuh yang lebih pendek, peningkatan jumlah keterisian penumpang bus AKAP juga dapat terjadi lantaran terdapat masyarakat pengguna kereta api (KA) dan pesawat yang beralih menggunakan bus. Menurutnya, tarif tiket bus yang lebih murah dibandingkan dengan kereta api membuat penumpang lebih memilih angkutan umum bus. Tidak hanya itu, lanjutnya jumlah titik yang dapat disinggahi dengan bus lebih banyak dibandingkan kereta api dan membuat masyarakat beralih.

Sementara itu, masyarakat pengguna pesawat yang beralih menggunakan bus lantaran terkait dengan tarif tiket pesawat yang mengalami kenaikan dan ada tarif bagasi yang dikenakan terhadap penumpang pesawat. Berdasarkan pengamatan IPOMI, komposisi jumlah penumpang pesawat yang beralih menggunakan bus lebih banyak dibandingkan dengan penumpang kereta api yang beralih menggunakan bus.

Terkait komposisi pastinya, dia menuturkan pihaknya belum melakukan pengamatan dengan detail hingga besaran persentase.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis