Disdikbud Jateng Pastikan Seluruh SMA/SMK Gelar UNBK

Plt. Kepala Disdikbud Jateng, Sulistyo, saat dijumpai wartawan di Hotel Quest, Semarang, Rabu (13/3 - 2019). (Semarangpos.com/Imam Yuda S.)
13 Maret 2019 18:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jawa Tengah (Jateng) memastikan seluruh SMA/SMK sederajat di Jateng akan menggelar ujian nasional berbasis komputer (UNBK) pada 2019 ini. Tak hanya itu, Disdikbud Jateng juga akan mengupayakan UNBK di tiap sekolah nanti digelar lebih praktis dan ringkas dibanding tahun lalu, yakni dalam dua sesi.

Hal itu disampaikan Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Disdikbud Jateng, Sulistyo, saat dijumpai wartawan di Hotel Quest, Plampitan, Semarang, Rabu (13/3/2019).

“Kami akan upayakan maksimal dua sesi. Insyaallah bisa. UNBK kan enggak lama, paling cuma 45 menit,” ujar Sulistyo.

Sulistyo mengatakan total ada 437.967 siswa SMA/SMK sederajat yang akan mengikuti UNBK nanti. Dari jumlah sebanyak itu, sekitar 190.878 di antaranya merupakan siswa SMA dan MA, sedangkan 247.089 siswa lainnya merupakan pelajar SMK. Seluruh siswa itu terbagi dalam 1.514 SMA dan Ma serta 1.538 SMK.

Sulistyo mengungkapkan dari sekolah sebanyak beberapa di antaranya memang belum bisa menggelar ujian secara mandiri atau masih menginduk ke sekolah lain. Mayoritas sekolah yang masih menginduk itu belum terakreditasi Badan Nasional Standar Pendidikan (BNSP).

“Tapi, enggak apa-apa. Sekolah yang belum bisa menggelar UNBK secara mandiri, nanti bisa menginduk ke sekolah lain yang ada di dekatnya. Kami optimistis seluruh siswa bisa melaksanakan UNBK. UNBK kan bagus, selain hemat kertas, validitas data siswa juga lebih terjaga,” kata Sulistyo.

UNBK untuk siswa SMA maupun MA, kata Sulistyo, akan digelar pada 1,2,4, dan 8 April. Sedangkan untuk siswa SMK, digelar mulai 25-28 Maret mendatang.

“Jadwalnya maju. Kalau tahun sebelumnya biasanya digelar April-Mei, sekarang mulai Maret. Selain agar tidak bersamaan dengan pemilu, juga untuk menghindari bulan Puasa dan lebaran,” jelas Sulistyo.

Sementara itu, pengurus Biro Organisasi dan Kaderisasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jateng, Sardju Maheri, berharap pelaksanaan UNBK tahun ini berjalan secara serentak. Dalam artian, pelaksanaan UNBK tidak terbagi dalam beberapa sesi.

“Kalau bisa satu sesi atau secara serentak. Secara psikologi, siswa yang ikut ujian pagi lebih fresh dibanding yang ikut siang. Nah, ini yang perlu diperhatikan oleh penyelenggara pendidikan maupun pemerintah. Terutama, terkait sarana dan prasarana sekolah dalam menggelar UNBK,” terang Sardju.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya