Tubing di Magelang Telan 4 Korban Jiwa, 1 Warga Malaysia

Ilustrasi wisatawan menikmati wisata tubing di Kali Gono yang dikembangkan warga Desa Treko, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Jateng, Kamis (26/1 - 2019). (Antara/Heru Suyitno)
13 Maret 2019 22:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, MAGELANG — Empat peserta tubing di Kali Gono, Desa Tampir Wetan, Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Rabu (13/3/2019), tewas setelah hanyut terbawa arus sungai. S di antara mereka adalah warga negara Malaysia.

Kapolres Magelang AKBP Yudianto Adhi Nugroho mengatakan para peserta adalah agen pariwisata dari beberapa kota seperti Semarang, Jogja, Jakarta dan salah satunya dari Malaysia. Mereka sedang mencoba area tubing di daerah Candimulyo, Kabupaten Magelang, Jateng.

"Mereka sedang mencoba area wisata di daerah Candimulyo. Sekitar 12 orang mencoba wisata tubing, pukul 12.00 WIB mereka turun ke sungai," katanya.

Ketika turun, tiba-tiba ada banjir bandang dan mereka hanyut.  "Ditemukan empat orang meninggal dunia dan lainnya selamat," katanya.

Satu dari empat korban meninggal dunia itu adalah warga negara Malaysia bernama Hanizah, 65. Sedangkan tiga korban meninggal lainnya adalah Jully, 42, warga Kalideres, Jakarta Barat, Tantri Ariestiawati, 50, warga Kelapa Gading, Jakarta Utara, dan Sicilia Mantjoeng, 47, wargs Manggarai Selatan, Jakarta Selatan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang Edy Susanto secara terperinci memaparkan kronologi berbeda dari paparan polisi. Menurutnya, kejadian itu bermula kala 15 orang wisatawan dari salah satu biro perjalanan wisata di Jogja melakukan kegiatan wisata tubing di Little Ubud Tubing.

Sekitar pukul 12.00 WIB sebanyak 15 orang peserta wisata Tubing dan empat orang pemandu tubing mulai start dari Sungai Gono di daerah Tampir Wetan, Candimulyo. Setelah melakukan perjalanan Tubing dan sampai di Bendungan, para perserta kegiatan tubing akan beristirahat sejenak di titik kumpul, namun saat para peserta masih berada di bendungan sungai, tiba-tiba salah seorang pemandu meneriaki para peserta bahwa terjadi banjir dari atas yang kemudian langsung menerjang para peserta.

Sebanyak 19 orang peserta termasuk pemandu hanyut terbawa banjir, salah satu pemandu berusaha menolong para peserta dan sebanyak 15 orang berhasil menyelamatkan diri namun sebagian peserta terbawa arus banjir.  Mendapat informasi tersebut, katanya sukarelawan dan para pemandu tubing langsung melakukan penyisiran di lokasi kejadian.

Sekitar pukul 16.30 WIB, empat orang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan dua orang luka-lainnya luka di start point Arung Jeram Pare Blondo, sekitar 1 km dari lokasi terjadinya banjir. Ia menuturkan korban meninggal langsung dibawa ke RSU Muntilan, sedangkan korban terluka dibawa ke RST Magelang. 

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara