Pidato Kerakyatan di Semarang, Zulkifli Hassan Sebut Pemilu Bukan Perang Total

Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, saat dijumpai wartawan di Hotel Arkenso, Kota Semarang, Rabu (13/3 - 2019). (Semarangpos.com/Imam Yuda S.)
14 Maret 2019 06:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan, menolak dengan tegas pernyataan yang menyamakan Pemilu 2019 dengan Perang Badar ataupun perang total (total war).

Hal itu disampaikan Zulkifli saat menyampaikan Pidato Kerakyatan pada acara Partai Politik: Diantara Pileg & Pilres di Kelimutu Grand Ballroom lantai ke-9 Hotel Grand Arkenso, Kota Semarang, Rabu (13/3/2019).

“Kami menolak keras pemilu ini jadi total war atau perang secara keseluruhan seperti yang disampaikan Moeldoko [Ketua Harian Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf] atau Perang Badar seperti yang disampaikan Neno [Warisman]. Pemilihan ini suatu keniscayaan. Kita sudah sepakat mengenai arah demokrasi Pancasila, arah Indonesia ditentukan rakyat,” ujar Zulkifli dalam pidatonya.

Zulkifli juga menginginkan maruah pemilu tahun ini dikembalikan seperti semula, yang memiliki asas langsung, umum, bebas, dan rahasia (Luber) serta jujur dan adil (Jurdil).

Perbedaan pendapat yang selama ini muncul di antara pendukung kedua pasangan calon (paslon) harus bisa dihormati oleh seluruh lapisan masyarakat.

Ia juga mengingatkan kepada orang-orang yang merasa hidupnya tidak nyaman, mendapati kondisi hukum yang tidak berjalan adil dan tidak berpihak kepada rakyat, bisa memiliki harapan baru.

“Harapan baru itu ada di nomor 02, Prabowo-Sandi,” imbuh pria yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) itu.

Ia juga mengajak masyarakat yang hidupnya dalam kesusahan karena perekonomian yang dianggap belum membaik untuk ikut berjuang bersama partainya memenangi Pemilu 2010.

“Kita yang berpendapat beda harus dihormati. Pemilu bukan perang badar bukan perang total. Tapi sesuai konstitusi UUD 45 bahwa Pemilu itu Luber dan Jurdil," kata Zulkifli.

Selain Zulkifli, acara yang digelar PAN dengan lembaga survei, Pollmark Indonesia, itu juga menghadirkan CEO sekaligus founder Pollmark Indonesia, Eep Saifulloh Fatah, dan akademisi Rocky Gerung. Acara tersebut dipandu mantan presenter Metro TV yang juga istri Eep Saifullo, Sandrina Malakiano.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya