UD Trucks Targetkan Jual 800 Truk Kuzer di Jateng

Tampak depan UD Trucks Kuzer. (Bisnis/UD Trucks)
14 Maret 2019 02:50 WIB Alif Nazzala Rizqi Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Astra International UD Trucks sejak akhir tahun 2018 lalu menawarkan truk kelas ringan berlabel nama Kuzer. Ditargetkan 800 unit truk Kuzer terjual di Jawa Tengah sampai penghujung tahun 2019 ini.

Regional Head Astra International UD Trucks Sales Operation, Wisnu Wibowo mengatakan optimistis target tersebut tercapai mengingat potensi truk kelas ringan tersebut masih terbuka luas.  Sejak diluncurkan pada akhir tahun 2018 lalu, katanya, pesanan truk Kuzer sampai saat ini sudah mencapai 20 unit.

"Respons pasar terhadap Kuzer ini cukup bagus, khususnya di segmen konstruksi dan logistik. Untuk itu kami optimistis tahun ini penjualannya bisa tembus 800 unit di Jateng saja," katanya, Selasa (12/3/2019).

Dia mengatakan target tersebut terbilang realistis mengingat Kuzer merupakan pendatang baru dengan beragam keunggulan yang telah dimilikinya ketimbang produk kompetitor. "Keunggulannya sendiri antara lain engine yang efisien bahan bakar, kabin yang luas, sistem kontrol yang andal, serta stabilitas kendaraan yang lebih baik. Selain itu, transmisinya memiliki percepatan enam gigi maju dan satu gigi mundur dengan overdrive, serta adanya full air brake dan parking brake pada sistem keamanan pengereman," jelasnya.

Adapun, truk Kuzer hadir dalam dua varian, yakni RKE 150 WB 3350 HD dan RKE 150 WB 3850 HD. Harganya dibanderol mulai Rp300 jutaan, menyesuaikan perbedaan pada ukuran panjang dan pendek truk yang diinginkan. 

"Saat ini yang sudah pesan rata-rata pada varian RKE 150 WB 3350 HD, yang cocok untuk angkutan material konstruksi seperti pasir," jelasnya.

Selain Kuzer, Astra UD Trucks sebelumnya juga telah memiliki produk Quester. Produk tersebut merupakan truk kategori tiga yang cocok digunakan untuk angkutan kontainer.

"Tahun lalu Quester mampu menembus penjualan 220 unit di Jateng, dengan pasar terbesar di karesidenan Semarang 45%, karesidenan Pati 25%, dan sisanya karesidenan Solo dan kota-kota lainnya," ucapnya.

Sementara itu, diakuinya secara umum kondisi pasar truk di awal tahun masih stagnan dibandingkan periode sama tahun lalu. Tahun politik nenjadikan konsumen cenderung wait and see untuk melakukan transaksi pembelian truk untuk menunjang aktifitas bisnisnya.

"Meski demikian beberapa pengusaha masih optimis perkembangan usaha meningkat dibandingkan tahun lalu," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis