Kebakaran SPN Purwokerto Diduga karena Mesin AC

Petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Banyumas memadamkan kebakaran yang terjadi di gedung utama Sekolah Polisi Negara (SPN) Purwokerto, Selasa (12/3 - 2019) malam. (Antara/Sumarwoto)
14 Maret 2019 00:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, PURWOKERTO — Kebakaran yang melanda gedung utama Sekolah Polisi Negara (SPN) Purwokerto di Jl. Letjen Soemarto, Kelurahan Purwanegara, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (12/3/2019) malam, diduga dipicu korsleting listrik pada mesin air conditioner (AC).

Ketua Regu II Pemadam Kebakaran Kabupaten Banyumas Ali Zarmaksum mengatakan pihaknya pada pukul 19.30 WIB kedatangan seorang kurir dari SPN yang menginformasikan adanya kejadian kebakaran di gedung utama SPN Purwokerto. Menurut dia, pihaknya segera mengerahkan tiga unit mobil pemadam kebakaran menuju SPN Purwokerto.

"Sesampainya di lokasi ternyata api sudah dipadamkan pakai APAR [alat pemadam api ringan], tinggal asap saja. Jadi, kami petugas Pemadam Kebakaran, tiga unit, tinggal finishing saja," katanya, seperti dilaporkan Kantor Berita Antara, Selasa (12/3/2019).

Ia mengaku belum mengetahui penyebab kebakaran tersebut namun diperkirakan berasal dari perangkat penyejuk udara atau air conditioner (AC). Kendati demikian, dia mengatakan pihaknya sempat menjebol plafon karena api telah membakar sekitar dua atau tiga eternit.

"Yang mengalami kebakaran hanya satu ruangan. Kami bawa tiga unit mobil pemadam kebakaran untuk antisipasi kalau apinya membesar dan penangannya kurang lebih selama 30 menit sudah selesai," katanya.

Sejauh ini belum ada pernyataan resmi dari pihak SPN Purwokerto terkait dengan kebakaran tersebut. Bahkan, sejumlah wartawan yang datang ke SPN Purwokerto dilarang meliput kejadian kebakaran tersebut, beberapa di antaranya tidak boleh masuk.

"Saya sama sekali tidak bisa mengambil gambar meskipun sudah berada di dalam karena ada petugas SPN yang melarang meliput kebakaran tersebut," kata wartawan Metrotv, Darbe.

Sementara itu, wartawan lainnya Mardianto dari SCTV dan Bayu Sasongko dari NetTV mengaku dilarang memasuki halaman SPN Purwokerto sehingga mereka mengabadikan kebakaran tersebut dari kejauhan di luar pagar.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara