Lelang Tol Semarang-Demak Sisakan 2 Konsorsium Lokal

Ilustrasi jalan tol tepi pantai. (pngtree.com)
15 Maret 2019 08:50 WIB Krizia Putri Kinanti Semarang Share :

Semarangpos.com, JAKARTA — Badan Pengatur Jalan Tol mengungkapkan bahwa peserta tender investasi proyek jalan tol Semarang-Demak menyisakan dua konsorsium lokal dari empat konsorsium yang lulus prakualifikasi.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit menuturkan dua konsorsium lokal peserta tender tersebut melaju ke tahap berikutnya, sedangkan dua konsorsium asing tidak mengajukan dokumen lebih lanjut. "Sekarang sedang dalam pembahasan teknis panitia lelang, ada dua kecuali yang asing. [Konsorsium asing] enggak masukkan. Yang shortlist diundang kan empat, itu sisa dua," tuturnya, Rabu (13/3/2019).

Sebelumnya, ada empat konsorsium lulus tahap prakualifikasi dan diundang untuk memasukkan dokumen penawaran. Pertama adalah konsorsium PT Jasa Marga Tbk., PT Waskita Toll Road, PT Adhi Karya Tbk., dan PT Brantas Abipraya. Konsorsium kedua adalah PT PP Tbk., PT Wijaya Karya, PT Misi Mulia Metrical. Konsorsium ketiga adalah PT China Harbour Indonesia dan konsorsium keempat adalah Sinohydro Corporation Limited.

Apabila dua konsorsium asing tidak diikutsertakan, saat ini tersisa dua konsorsium lokal yakni konsorsium PT Jasa Marga Tbk. serta konsorsium PT PP Tbk. Danang menambahkan bahwa untuk pengumuman pemenang tender, BPJT masih menunggu dari panitia lelang. "Jadi, kalau proses biasanya itu 6 bulan selesai."

Pembangunan jalan tol Semarang-Demak ini menjadi menarik karena proyek ini tidak hanya berkaitan dengan pengoperasian jalan tol, tetapi juga terintegrasi dengan tanggul laut Kota Semarang sebagai bentuk dari upaya untuk mengatasi dampak dari perubahan iklim yang mengakibatkan kenaikan muka air laut maupun penurunan muka tanah di wilayah Semarang dan Demak.

BPJT menargetkan pembangunan jalan tol Semarang—Demak sepanjang 27 kilometer bisa dimulai pada tahun ini. Keberadaan jalan tol ini diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas dan menambah kapasitas jaringan jalan yang sudah ada untuk melayani kawasan utara Jawa. Pembangunan jalan tol dengan nilai investasi sekitar Rp15,3 triliun ini ditargetkan berlangsung selama 2 tahun.

Adapun, lahan yang dibutuhkan untuk proyek itu adalah 1.887.000 meter persegi. Lahan dibagi menjadi dua seksi, yatu seksi 1 di Kota Semarang dan Seksi 2 di Kabupaten Demak.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis